Sebut Kemunduran Demokrasi, Hasan Aminuddin Tolak Calon Tunggal Jelang Pilkada Probolinggo

408

Probolinggo (WartaBromo.com) – Hasan Aminuddin, yang kini tengah menjalani hukuman, memberikan pandangannya mengenai dinamika politik menjelang Pilkada 2024 di Kabupaten Probolinggo. Dalam sebuah pernyataan terbaru, ia menegaskan penolakannya terhadap kemungkinan munculnya calon tunggal dalam Pilbup Probolinggo.

Beberapa pekan terakhir, sejumlah partai politik telah menyatakan dukungannya kepada KH. Mohammad Haris Damanhuri Romli (Gus Haris) sebagai Calon Bupati (Cabup) Kabupaten Probolinggo.

Partai-partai seperti Gerindra, PPP, PKS, dan Golkar, yang memiliki kursi di parlemen, telah menyatakan dukungan mereka. Selain itu, beberapa partai non-parlemen juga memberikan dukungannya.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang belum menentukan sikap resmi, menunjukkan kedekatan dengan Gus Haris. Terlihat dari pertemuan-pertemuan antara Ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo, KH. Fahmi Abdul Haq Zaini, dengan Gus Haris.

Baca Juga :   Tak Boleh Ditiru! Teman Pingsan, Malah Disetubuhi

Sementara itu, Partai Nasdem dan PDIP, yang juga memiliki kursi di DPRD Kabupaten Probolinggo, belum menentukan arah politiknya. Kedua parpol ini, diketahui membuka penjaringan bakal calon kepala daerah (bacakada).

Melihat perkembangan ini, spekulasi mengenai kemungkinan adanya calon tunggal pun mencuat. Koalisi besar yang terbentuk memberikan indikasi kuat bahwa Gus Haris bisa menjadi satu-satunya calon yang maju dalam Pilbup.

Hasan Aminuddin, mantan Bupati Probolinggo, merespons dinamika politik ini dengan menyatakan bahwa kehadiran calon tunggal dalam Pilbup Probolinggo merupakan kemunduran bagi demokrasi.

“Haruskah pesta demokrasi sekarang ini hanya diikuti satu pasangan calon? Itu berarti mundur,” ujarnya setelah mengikuti sidang kasus TPPU dan gratifikasi yang menjeratnya di Pengadilan Tipikor Surabaya pada Kamis (20/06/2024).

Baca Juga :   Hendak Kerja, Warga Besuk Tewas Tabrakan

Menurut Hasan, Pilbup merupakan proses penting dalam demokrasi Indonesia, khususnya di Kabupaten Probolinggo, yang telah mengalami perkembangan politik yang signifikan sejak era reformasi.

Ia menekankan pentingnya keikutsertaan minimal dua pasangan calon dalam Pilbup Probolinggo untuk menjaga kualitas demokrasi.

“Tulis, pasti menolak satu paslon dan akan mengusung paslon sendiri,” tegas Hasan, yang dua kali menjabat sebagai Bupati Probolinggo.

Namun, ia belum mengungkapkan siapa tokoh yang akan diusung oleh Partai Nasdem sebagai calon bupati dan wakil bupati.

“Saya tidak akan berbicara sosok, nanti pasti akan ada deklarasi. Yang jelas, Partai Nasdem akan menolak jika ada calon tunggal,” tambahnya.

Dengan pernyataan tegas Hasan ini, dinamika politik di Kabupaten Probolinggo dipastikan akan semakin menarik menjelang Pilbup. Harapannya ada persaingan sehat yang mencerminkan semangat demokrasi. (aly/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.