Suami Pembacok Istri di Kotaanyar Ternyata Pemuda Jalanan dan Pemabuk

558

Kotaanyar (WartaBromo.com) – Kasus pembacokan yang melibatkan seorang suami terhadap istrinya di Dusun Krajan, Desa Triwungan, Kecamatan Kotaanyar, kini terungkap lebih lanjut. Pelaku, Zainul Arifin (24), ternyata seorang anak jalanan yang sering membuat resah masyarakat setempat.

Karma (49), Kepala Dusun setempat, mengungkapkan bahwa Zainul Arifin bukan asli warga Desa Triwungan, melainkan pendatang dari Besuki, Situbondo. Ia menikah dengan Arofah, salah satu warga desa tersebut.

Menurut Karma, sejak awal pernikahan, Zainul sudah dikenal sebagai sosok yang kurang bertanggung jawab. “Kerjanya ngamen di jalan-jalan, baru pulang setelah dua atau tiga hari,” ujar Karma pada Sabtu (6/7/2024).

Dari pekerjaan mengamennya, Zainul lebih sering mementingkan kepentingan pribadinya daripada menafkahi keluarganya. Hal ini memaksa istrinya, Arofah, harus mengamen sendiri untuk menghidupi anak mereka.

Baca Juga :   Musim Hujan Datang, Warga Dringu Kembali Was-was

“Memang tidak bertanggung jawab. Pulang kerja malah mabuk, bukan membawa uang. Biasanya diantar temannya dalam keadaan mabuk dan digeletakkan di depan rumah,” tambahnya.

Zainul juga dikenal sebagai sosok yang temperamental dan sering berselisih dengan warga sekitar. Kebiasaannya yang suka mabuk-mabukan dianggap sebagai penyebab utama dari perilakunya yang kasar dan tidak terkendali.

“Kalau pikirannya sehat, mana mungkin tega membacok istri padahal ada anaknya,” ucap Karma lagi.

Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Kotaanyar, Aiptu Agung Dewantara, menyatakan bahwa kasus ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian. Korban, Arofah, saat ini sudah dibawa ke RS Rizani Paiton untuk mendapatkan perawatan. Sedangkan pelaku, Zainul, telah diamankan di Mapolres Probolinggo.

Baca Juga :   Ada Bilik Kangen di Ponpes Nurul Jadid, hingga Maling Motor di Mayangan Babak Belur | Koran Online 26 Okt

“Kami sudah memasang police line di TKP dan membawa korban ke rumah sakit. Kasus ini juga kami koordinasikan dengan unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Probolinggo karena melibatkan hubungan keluarga,” kata Aiptu Agung Dewantara.

Kasus ini menjadi sorotan karena kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi di lingkungan masyarakat kecil, menunjukkan pentingnya perhatian dan tindakan terhadap masalah sosial seperti kecanduan alkohol dan kekerasan domestik. (aly/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.