Bangil (WartaBromo.com) – Nasib pedagang makanan dan minuman di rest area Bangkodir, Kelurahan Pagar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, kian memprihatinkan. Minimnya jumlah pengunjung membuat aktivitas jual beli sepi dan berdampak langsung pada menurunnya pendapatan para pedagang. Ironisnya, kondisi tersebut justru diiringi dengan kenaikan retribusi tahunan.
Situasi ini telah berlangsung bertahun-tahun hingga memaksa banyak pedagang menutup usahanya. Dari total 28 kios yang tersedia, kini hanya lima kios yang masih beroperasi. Para pedagang yang bertahan harus menanggung retribusi tahunan sebesar Rp3.886.000, angka yang dinilai tidak sebanding dengan penghasilan harian mereka.
Salah satu pedagang ayam geprek, Tamaji, mengungkapkan bahwa pendapatan sehari-hari kerap tidak mampu menutup modal. Bahkan, makanan yang tidak terjual sering kali terpaksa dibuang karena sudah tidak layak konsumsi.
“Setiap hari sepi pembeli. Biasanya hanya pelanggan tetap dan itu pun tidak pasti. Hasilnya hanya cukup untuk makan saja, kadang buat menutupi kerugian saat sepi,” ujar Tamaji, Selasa (20/1/2026).
Tak hanya itu, beban pedagang semakin berat karena mereka juga harus menanggung biaya listrik dan air untuk fasilitas umum, seperti penerangan dan toilet di kawasan rest area.
“Jualan sudah sepi, masih harus bayar listrik dan air fasilitas umum. Dari 28 kios, hanya lima yang terisi, tapi bebannya tetap kami tanggung,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Sanapi, pedagang minuman yang telah berjualan selama sekitar 10 tahun di lokasi tersebut. Ia mengaku tetap bertahan karena tidak memiliki modal untuk pindah tempat usaha.
“Mau pindah juga tidak punya modal lagi. Sewa tempat sekarang pasti mahal. Jadi mau tidak mau tetap jualan walaupun sepi,” ucapnya.
Para pedagang berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi rest area Bang Kodir. Mereka menginginkan adanya solusi dan inovasi agar kawasan tersebut kembali hidup dan menarik minat pengunjung.
Menurut mereka, dengan penataan yang lebih baik serta fasilitas yang memadai, rest area Bang Kodir memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi kuliner sekaligus tempat singgah yang nyaman bagi para pengguna jalan. (fir/red)





















