Delapan Proyek Strategis Probolinggo 2026 Digelontor Rp42,5 Miliar, Jalan dan Jembatan Mendominasi

7
Ilustrasi pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Probolinggo. foto : diskominfo

Probolinggo (WartaBromo.com) — Pemerintah Kabupaten Probolinggo mematok arah pembangunan tahun 2026. Lewat keputusan bupati, 8 proyek strategis senilai Rp 42,57 miliar, resmi ditetapkan untuk dieksekusi, dengan fokus besar pada sektor jalan dan jembatan yang dinilai krusial bagi konektivitas dan ekonomi daerah.

Adapun delapan proyek strategis Kabupaten Probolinggo Tahun Anggaran 2026 meliputi:

Peningkatan Ruas Jalan Condong–Segaran senilai Rp16,13 miliar dari DAK Fisik.

Penggantian Jembatan Curahsubur di ruas Klenang Kidul–Paras dengan anggaran Rp10,44 miliar.

Peningkatan Jalan Pajarakan–Condong sepanjang 1,8 kilometer, didanai Pajak Rokok Rp4,83 miliar.

Rehabilitasi 145 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di kawasan permukiman kumuh senilai Rp2,9 miliar.

Rehabilitasi Ruas Jalan Triwungan–Gondosuli senilai Rp2,50 miliar.

Peningkatan Ruas Jalan Andungbiru (R.054) berupa paving 1.500 meter dengan anggaran Rp2,14 miliar.

Peningkatan Ruas Jalan Tlogoargo–Andungbiru (R.055) sepanjang 1.000 meter senilai Rp1,83 miliar.

Peningkatan Ruas Jalan Krucil–Pandanlaras (R.060) sepanjang 1.200 meter dengan anggaran Rp1,80 miliar.

Penetapan 8 proyek itu, tertuang dalam SK Bupati Probolinggo Nomor 100.3.3.2/417/426.32/2025 yang ditandatangani Bupati Mohammad Haris pada 22 Desember 2025.

Dalam dokumen tersebut, proyek strategis diposisikan sebagai instrumen percepatan pertumbuhan ekonomi inklusif melalui pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
Pemkab memberi pagar ketat pada proyek yang masuk daftar strategis.

Selain bernilai minimal Rp1,5 miliar, setiap kegiatan wajib mengantongi Detail Engineering Design (DED) yang siap jalan serta kepastian legalitas lahan. Tanpa dua syarat itu, proyek tak masuk radar prioritas.

Dari delapan proyek yang ditetapkan, mayoritas menyasar peningkatan dan rehabilitasi ruas jalan. Pemerintah daerah menilai konektivitas antarwilayah masih menjadi persoalan mendasar, terutama dalam mendukung mobilitas warga dan distribusi hasil produksi pangan.

Dengan total anggaran mencapai Rp42,57 miliar, delapan proyek strategis ini menegaskan arah kebijakan Pemkab Probolinggo yang masih bertumpu pada pembangunan fisik, khususnya jalan dan jembatan.

Pemerintah daerah berharap konektivitas antarkecamatan semakin kuat dan distribusi hasil pertanian lebih lancar.

Namun, besarnya dana yang digelontorkan juga menuntut pengawasan ketat agar proyek benar-benar tepat sasaran, berkualitas, dan tidak sekadar menambah daftar pekerjaan infrastruktur tanpa dampak nyata bagi ekonomi warga. (saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.