Kademangan (WartaBromo.com) – Kondisi jalan lingkar utara (JLU) Kota Probolinggo, dikeluhkan warga dan pengendara.
Pasalnya, lubang yang ada di tengah jalan tersebut, kerap makan korban. Baik pemotor maupun kendaraan besar lainnya.
Salah satunya yang baru-baru ini memakan korban pengendara adalah di Jalan Anggrek. Tepatnya di sekitar tikungan pintu masuk menuju Pantai Permata Pilang.
Pantauan redaksi, ada dua lubang menganga di lokasi itu. Satu berada di tengah jalan, satunya lagi berada di tepi utara, pas di area sambungan jembatan.
“Posisinya memang di tikungan, membahayakan pengendara, beberapa hari lalu ada yang jatuh karena lubang itu,” tutur Siti, salah satu warga di sekitar lokasi, Selasa (27/1/2026).
Selain itu, ketika malam hari, lokasi itu minim penerangan. Sehingga berbahaya bagi pemotor yang melintas.
“Kadang ya ada motor yang malah masuk sungai situ. Terdengar suara brakk, tapi dilihat ke jalan tidak ada orangnya. Tau-tau ada orang muncul dari dalam sungai, ternyata kecelakaan,” lanjut wanita paruh baya ini.
Soal lubang jalan itu, posisinya dengan kedalaman sekitar 15 sampai 20 sentimeter, berada di tengah jalan. Membuat kendaraan yang melintas ambil jalan ke tengah untuk menghindari roda kanan terperosok lubang.
Sedangkan sisi utara atau tepi jalan, juga ada lubang, praktis kendaraan roda empat atau lebih yang melintas, selalu ambil jalan tengah.
Hal ini berbahaya karena berpotensi menyebabkan kendaraan dari arah berlawanan tertabrak.
Keluhan lubang kendaraan itu juga disampaikan warganet bolowarmo. “Mohon bantuannya bolo takut ada korban makin banyak soalnya pas tikungan.. Kalok malam hari posisinya minim penerangan. Lobangnya udah makin dalam sama udah makin lebar.. Sudah lama belom ada yang ngecek jalannya,” tulis Firman, salah satu Bolowarmo asal sekitar lokasi.
Terpisah, redaksi konfirmasi ke Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Probolinggo, Setyorini Sayekti, perihal kerusakan infrastruktur itu.
“Kewenangan perbaikan jalan, ada pada pusat, karena termasuk jalan nasional, bukan kewenangan kami. Namun akan kami sampaikan ke balai (BPJN),” katanya, dikonfirmasi melalui pesan whatsapp.
Berdasarkan penelusuran redaksi, kerusakan tidak hanya berada di ruas tersebut. Bahkan jika boleh dibilang, masih mulus dan hanya ada satu dua lubang saja.
Kondisi terparah dan memprihatinkan justru berada di area setelahnya. Beton cor yang ada sudah retak dan menganga di sejumlah sisi.
Kerusakan semacam itu, terbentang dari jalan Anggrek, lanjut ke Jalan Raden Wijaya dan tembus Jalan Panglima Sudirman di Kelurahan Wiroborang. Atau tepatnya di sisi timur perempatan Randupangger.
Ruas jalan itu, memang lintasan utama truk dan kendaraan bertonase besar. Agar tidak melintas di jalur dalam kota.
Baik melalui Jalan Soekarno Hatta, Panglima Sudirman, atau jalan Panjaitan, Ahmad Yani dan Gatot Subroto. (lai/saw)





















