Pengelolaan Sampah Kabupaten Pasuruan Berstatus Daerah Binaan, DLH: Terancam Sanksi hingga Penutupan TPA

14

Bangil (WartaBromo.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan kini menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Pemerintah daerah resmi berstatus sebagai daerah binaan dari Kementerian Lingkungan Hidup karena sistem pengelolaan sampah dinilai masih memerlukan perbaikan signifikan.

Status tersebut merupakan hasil evaluasi rutin tahunan yang dilakukan pemerintah pusat terhadap kinerja pengelolaan sampah di daerah. Jika dalam masa pembinaan tidak menunjukkan perkembangan berarti, pemerintah daerah berpotensi menerima sanksi serius, bahkan hingga penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Kepala DLH Kabupaten Pasuruan, M. Nur Kholis, menjelaskan bahwa penilaian tersebut berasal dari rapor evaluasi yang diberikan kementerian setiap tahun.

“Setiap tahun kami didatangi dan dievaluasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Dari hasil evaluasi itu kemudian lahirlah rapor pemerintah daerah. Kabupaten Pasuruan secara keseluruhan dalam pengelolaan sampah termasuk daerah binaan,” ujarnya saat diwawancarai di kantor DLH beberapa waktu lalu.

Menurutnya, status daerah binaan menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di Kabupaten Pasuruan masih berada dalam tahap pembinaan pemerintah pusat. Apabila tidak ada upaya perbaikan yang nyata selama masa pembinaan, sanksi dapat diberlakukan secara bertahap.

“Kalau masa pembinaan tidak ada upaya yang menunjukkan perbaikan, berikutnya bisa dikenakan sanksi. Salah satunya penutupan TPA. Bahkan kalau setelah disanksi tetap tidak ada perubahan, sanksinya bisa meningkat sampai pidana,” jelasnya.

Pemerintah pusat memiliki kewenangan menjatuhkan sanksi administratif hingga penghentian operasional fasilitas pengelolaan sampah apabila kondisi tidak membaik. Karena itu, DLH menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, sektor swasta, hingga masyarakat.

Nur Kholis berharap kesadaran masyarakat turut meningkat, terutama dalam kebiasaan membuang sampah pada tempatnya.

“Kami berharap semua pihak, baik di lingkungan pemerintahan, swasta hingga masyarakat dapat bekerja sama untuk turut memperbaiki pengelolaan sampah di Pasuruan,” katanya.

Ia juga menyoroti masih maraknya pembuangan sampah sembarangan yang ditemukan di sungai maupun di pinggir jalan.

“Masih banyak kita temukan pembuangan sampah di sungai dan di pinggir jalan. Ini kami harap ke depan sudah tidak ada lagi,” tandasnya. (fir/red)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.