Warga Terpaksa Beli LPG 3 Kg hingga ke Situbondo, Pemkab Probolinggo Sebut Stok Aman

13

Probolinggo (WartaBromo.com) – Sejumlah warga di Kabupaten Probolinggo mengeluhkan sulitnya memperoleh LPG 3 kilogram pasca-Lebaran. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Probolinggo memastikan pasokan elpiji bersubsidi tersebut masih dalam kondisi aman.

Kelangkaan LPG 3 kilogram masih dirasakan sebagian masyarakat Kabupaten Probolinggo tiga pekan setelah Idulfitri 1447 Hijriah. Warga harus berkeliling bahkan hingga ke luar kabupaten untuk mendapatkan gas bersubsidi tersebut.

Yayuk, warga Kecamatan Besuk, mengaku kesulitan menemukan LPG di wilayahnya. Ia terpaksa mencari hingga ke daerah lain dengan harga yang lebih tinggi dari biasanya, antara Rp22.000 sampai Rp30.000.

“Saya harus muter-muter cari gas, banyak pedagang kosong. Dapat pun harganya tinggi,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Bella, pemilik warung di Kecamatan Kraksaan. Ia mengaku pasokan LPG yang terbatas berdampak pada aktivitas usahanya.

“Orderan banyak, tapi gas tidak mencukupi. Saya sampai mengambil dari luar daerah,” katanya.

Ia mengaku harus menghubungi saudaranya yang berada di Kecamatan Banyuglur, Kabupaten Situbondo. Kemudian menjemput gas bersubsidi itu di wilayah Kecamatan Paiton.

“Wilayah lain gak ada masalah, gak ada kesulitan seperti yang kami alami. Sangat merugikan bagi kami pemilik warung kecil,” keluhnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ bersama tim dari Polres Probolinggo, Kodim 0820, dan instansi terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah agen dan pangkalan LPG di wilayah Kecamatan Kraksaan.

Dari hasil pemantauan, pemerintah daerah tidak menemukan adanya pengurangan alokasi distribusi LPG 3 kilogram. Pasokan di tingkat agen dan pangkalan disebut masih berjalan normal.

“Kami sudah mengecek langsung ke agen dan pangkalan. Tidak ada pengurangan jatah. Distribusi harian masih sesuai, sekitar 3.000 hingga 5.000 tabung,” ujar Fahmi.

Menurut dia, kelangkaan yang dirasakan masyarakat lebih disebabkan oleh meningkatnya konsumsi sejak Ramadan hingga pasca-Lebaran.

Selain itu, informasi yang beredar di media sosial turut memicu kepanikan warga sehingga terjadi pembelian dalam jumlah berlebih.

“Stok sebenarnya aman, tetapi permintaan meningkat cukup signifikan,” katanya.

Terkait harga, Fahmi menegaskan bahwa harga LPG 3 kilogram di tingkat pangkalan masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp18.000. Namun, di tingkat pengecer masih ditemukan harga yang lebih tinggi.

“Di pangkalan sesuai HET, tetapi di pengecer bisa mencapai hingga Rp30.000. Ini yang sedang kami dalami,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Probolinggo juga mengingatkan akan memberikan sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran dalam distribusi, termasuk praktik penimbunan.

“Kami akan tindak jika ada pelanggaran, baik administratif hingga pencabutan izin,” ucapnya.

Pemerintah daerah juga membuka kanal pengaduan bagi masyarakat yang menemukan distribusi LPG tidak sesuai ketentuan, guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di lapangan. (saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.