Penerangan Jalur Sukorejo–Bangil Dikeluhkan, Warga Takut Begal dan Kecelakaan Saat Malam Hari

15

Bangil (WartaBromo.com) – Kondisi jalan raya yang menghubungkan Kecamatan Sukorejo hingga Kecamatan Bangil memicu keresahan pengguna jalan dan warga sekitar. Minimnya penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang jalur tersebut dinilai membahayakan keselamatan serta meningkatkan risiko kriminalitas pada malam hari.

Amin Selamet, warga Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, mengungkapkan bahwa suasana jalan berubah mencekam saat malam tiba. Selain gelap gulita, kondisi jalan yang dipenuhi banyak tikungan turut memperbesar risiko kecelakaan.

“Kalau malam gelap sekali, ditambah banyak tikungan. Masyarakat jadi takut melintas,” ujar Amin, Kamis (23/4/2026).

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Tingginya kasus kriminalitas seperti pembegalan, penjambretan, hingga aksi kekerasan di wilayah Pasuruan membuat warga semakin was-was saat melintasi jalur tersebut pada malam hari.

Keluhan serupa disampaikan Muhammad Sirril Mahbub, warga Kecamatan Rembang yang setiap hari melintasi jalur Sukorejo–Bangil untuk bekerja. Ia mengaku selalu dihantui rasa takut saat perjalanan pulang di malam hari.

“Saya kerja di Purwosari. Kalau pulang malam pasti was-was, takut begal atau kecelakaan. Tidak tenang rasanya,” katanya.

Warga pun membandingkan kondisi ini dengan jalur Pandaan–Bangil yang sudah dilengkapi penerangan memadai. Menurut mereka, akses antar kecamatan yang sama-sama vital seharusnya memiliki standar keamanan yang setara.

“Kalau Pandaan–Bangil sudah terang. Harapannya Sukorejo–Bangil juga diperhatikan,” tambah Amin.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui dinas terkait segera melakukan pemasangan maupun perbaikan lampu jalan di titik-titik rawan. Mereka mendesak langkah cepat agar tidak sampai terjadi korban, baik akibat kecelakaan maupun tindak kejahatan di jalan. (fir)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.