Pasuruan (WartaBromo.com) – Rentetan insiden peluru nyasar yang diduga berkaitan dengan aktivitas latihan di kawasan Grati kembali memicu keresahan warga. Setelah sebelumnya tiga peluru dilaporkan mengenai permukiman di Alastlogo, insiden serupa disebut kembali terjadi pada Kamis (23/7/2026) pagi hingga memantik aksi protes masyarakat.
Gelombang protes warga pecah di Jalan Raya Grati, Kabupaten Pasuruan, Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Warga dari sekitar 10 desa turun ke jalan dan memblokade tepat di depan gapura “Selamat Datang di Kecamatan Grati”.
Sebuah truk besar diparkir melintang hingga menutup sebagian badan jalan. Arus lalu lintas pun tersendat karena kendaraan roda dua dan roda empat memadati lokasi. Sejumlah personel kepolisian tampak berjaga untuk mengamankan jalannya aksi.
Menurut keterangan warga, demonstrasi dipicu karena belum adanya respons yang dinilai memadai dari pihak terkait setelah rentetan insiden peluru nyasar yang diduga berasal dari aktivitas latihan tembak. Sehari sebelumnya, tiga peluru dilaporkan mengenai permukiman warga di kawasan Alastlogo.
“Warga turun ke jalan karena tidak ada respons dari pihak-pihak tertentu,” ujar seorang warga dalam video yang diterima WartaBromo.
Muklis, warga Desa Wates yang berada di lokasi aksi, mengatakan demonstrasi merupakan bentuk penolakan terhadap dampak latihan yang dinilai mengancam keselamatan masyarakat.
“Demo ini merupakan aksi penolakan warga terkait cara intimidasi Marinir TNI AL yang dampak latihannya (peluru) mengenai rumah-rumah warga. Jadi ada trauma warga yang mendalam terhadap kejadian ini,” katanya.
Ia mengungkapkan, insiden peluru nyasar kembali terjadi pada Kamis pagi dan nyaris mengenai seorang anak berusia 2 tahun 2 bulan yang sedang bermain.
“Kemarin sore ada peluru nyasar, tadi pagi juga ada peluru nyasar yang hampir kena anak berusia 2 tahun 2 bulan yang lagi main,” lanjutnya.
Hingga berita ini ditulis, aksi demonstrasi masih berlangsung. Warga menuntut adanya langkah nyata dari pihak terkait agar insiden serupa tidak kembali terulang. (Jun)




















