Begal Sadis Beraksi di Probolinggo, Pedagang Tempe Disabet Sajam

36

Wonoasih (WartaBromo.com) – Seorang pedagang tempe menjadi korban pembegalan saat hendak berjualan ke Pasar Bantaran, Kamis (9/7/2026) pagi.

Korban diserang dengan senjata tajam sebelum sepeda motor beserta seluruh dagangannya dibawa kabur pelaku di Jalan Raya Mastrip, tepat di depan kompleks pemakaman Tionghoa, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.

Korban diketahui bernama Sofiudin (27), warga Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Akibat kejadian tersebut, ia mengalami luka dan kehilangan sepeda motor yang digunakan untuk berdagang beserta muatan tempe yang dibawanya.

Kapolsek Wonoasih Kompol Lukman Hadi membenarkan peristiwa tersebut. Menurut dia, korban berangkat dari rumah menuju Pasar Bantaran dengan membawa dagangan menggunakan boks berwarna hijau yang dipasang di bagian belakang sepeda motornya.

“Korban dipepet para pelaku, kemudian sepeda motor beserta dagangannya dibawa kabur,” kata Lukman, Kamis siang.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi, sebelum menuju lokasi kejadian korban sempat singgah di Pasar Krempyeng Jrebeng. Setelah melanjutkan perjalanan, ia merasa ada kendaraan yang terus membuntuti sejak melintas di kawasan ruang terbuka hijau hingga mendekati jembatan di Jalan Raya Mastrip.

Setibanya di sekitar jembatan, dua sepeda motor yang ditumpangi para pelaku langsung memepet kendaraan korban. Salah seorang pelaku kemudian mencabut kunci kontak sepeda motor sehingga korban berhenti mendadak.

Tak lama kemudian, pelaku menyerang korban menggunakan senjata tajam. Ayunan pertama mengenai helm yang dikenakan korban hingga pecah. Serangan berikutnya kembali diarahkan ke bagian wajah korban.

Beruntung, helm yang masih dikenakan mampu mengurangi dampak serangan sehingga korban terhindar dari luka yang lebih parah.

“Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku berjumlah empat orang yang berboncengan menggunakan dua sepeda motor,” ujar Lukman.

Saat insiden berlangsung, telepon genggam milik korban yang disimpan di dalam helm terjatuh. Namun, setelah kejadian usai, ponsel tersebut sudah tidak ditemukan.

Korban sempat kesulitan meminta pertolongan karena kondisi jalan masih sepi. Warga kemudian mengevakuasi korban ke Puskesmas Wonoasih untuk mendapatkan perawatan medis sebelum melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Wonoasih.

Akibat pembegalan itu, korban kehilangan sepeda motor yang menjadi alat utama mencari nafkah. Seluruh dagangan tempe yang dibawanya juga raib dibawa pelaku.

Polisi kini masih memburu para pelaku dengan mengumpulkan keterangan saksi, menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi, serta melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas para pelaku. (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.