Pasuruan (WartaBromo.com) – Proses evakuasi korban kecelakaan maut di Jalan Raya Gempol–Pasuruan, Senin (27/7/2026), memakan waktu sekitar tiga jam. Basarnas mengungkap lamanya proses penyelamatan disebabkan rumitnya posisi truk yang menghantam bangunan hingga membuat korban terjepit.
Kepala SAR Surabaya, Nanang Sigit, menjelaskan truk yang mengalami kecelakaan tidak hanya ringsek, tetapi juga menabrak bangunan dan tiang telepon. Reruntuhan bangunan ikut menimpa bagian kabin sehingga mempersempit ruang untuk menyelamatkan korban.
“Truk menabrak bangunan, kemudian ada tiang telepon. Di samping itu ada reruntuhan bangunan yang menghimpit truk. Kondisi truk juga masuk ke dalam sehingga korban terjepit,” jelasnya.
Untuk menghindari risiko yang lebih besar, tim SAR menerapkan teknik ekstrikasi secara bertahap. Kendaraan terlebih dahulu ditarik ke belakang sebelum bagian depan kabin dibuka perlahan agar tersedia ruang untuk mengeluarkan korban.
“Truk kami tarik ke belakang terlebih dahulu, kemudian bagian depan dibuka perlahan untuk memberi akses keluar bagi korban,” ujarnya.
Nanang menambahkan, proses penyelamatan berlangsung dengan sangat hati-hati karena korban saat itu masih menunjukkan tanda-tanda vital.
Secara keseluruhan, proses evakuasi berlangsung sekitar tiga jam sejak tim SAR mulai bekerja di lokasi pada pukul 07.10 WIB. Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Hingga kini, aparat kepolisian bersama tim gabungan masih melakukan penanganan di lokasi serta menyelidiki penyebab pasti kecelakaan maut yang menewaskan tiga orang tersebut. (Jun)





















