Pasuruan (WartaBromo.com) – Polisi mengungkap fakta baru di balik kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Raya Gempol–Pasuruan, Senin (27/7/2026) pagi. Insiden tersebut ternyata terjadi di dua titik berbeda dengan jarak sekitar 500 meter dan mengakibatkan tiga orang meninggal dunia serta tujuh lainnya mengalami luka-luka.
AKP Jauhar Rizqullah Sumirat, Kasat lantas Polres Pasuruan, menjelaskan kecelakaan pertama terjadi sekitar pukul 05.45 WIB di depan SPBU Pertamina Gempol.
Menurutnya, sebuah head tractor yang melaju dari arah Malang menuju Surabaya menabrak bagian belakang truk Colt Diesel. Benturan keras membuat truk Colt Diesel melintasi median jalan hingga masuk ke jalur berlawanan.
“Truk yang tertabrak kemudian menabrak truk tangki air dari arah Surabaya menuju Malang. Di lokasi tersebut juga ada dua sepeda motor yang ikut menjadi korban,” ujar Jauhar.
Akibat kecelakaan di titik pertama itu, tiga orang meninggal dunia. Korban terdiri dari pengemudi truk yang melaju dari arah selatan ke utara dan dua pengendara sepeda motor. Namun, rangkaian kecelakaan tidak berhenti di lokasi pertama.
Polisi menyebut head tractor yang menjadi pemicu kecelakaan masih terus melaju sekitar 500 meter ke arah utara. Sekitar pukul 05.48 WIB, kendaraan tersebut kembali menabrak sebuah truk Colt Diesel di titik kedua.
Benturan kembali membuat truk yang tertabrak melintasi median jalan dan melindas sebuah sepeda motor. Head tractor itu baru berhenti setelah menghantam deretan rumah warga di sisi timur Jalan Raya Gempol.
“Kerugian materiil sementara meliputi sejumlah kendaraan yang terlibat serta lima rumah warga yang mengalami kerusakan,” jelasnya.
Selain tiga korban meninggal dunia, polisi juga mendata tujuh korban lain yang mengalami luka ringan maupun luka berat. Para korban kini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, termasuk Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Hingga siang hari, petugas gabungan masih melakukan evakuasi kendaraan, olah tempat kejadian perkara (TKP), serta penormalan arus lalu lintas di lokasi kejadian.
Untuk mengurai kemacetan, Kasat lantas Polres Pasuruan menerapkan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan, terutama truk dan kendaraan besar dari arah Surabaya menuju Malang maupun sebaliknya, melalui jalan tol.
Sementara di sekitar lokasi kejadian diberlakukan sistem contra flow agar kendaraan tetap dapat melintas. Saat ini polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut. (Jun)





















