Indonesia Siapkan Chip Merah Putih untuk e-KTP, e-Paspor hingga e-SIM

18

Jakarta (WartaBromo.com) – Pemerintah mulai membangun fondasi kemandirian teknologi nasional melalui peluncuran Sandbox Desain Chip Merah Putih. Langkah tersebut menjadi awal pengembangan ekosistem semikonduktor nasional yang ditargetkan mampu menghasilkan chip untuk berbagai produk strategis, mulai e-KTP, e-paspor hingga e-SIM.

Peluncuran Sandbox Desain Chip Merah Putih dilakukan di Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri), Senin (27/7/2026), dan dihadiri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto.

Brian mengatakan, peluncuran tersebut merupakan langkah awal yang harus dilanjutkan melalui proses validasi, pilot project hingga produksi massal agar menghasilkan produk yang benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat.

Ia berharap Indonesia mampu memproduksi chip untuk berbagai kebutuhan strategis nasional sebagai bagian dari penguatan kedaulatan teknologi.

“Semikonduktor saat ini tidak hanya sekadar komponen elektronik, tetapi menjadi fondasi daya saing ekonomi, pertahanan, dan bahkan kedaulatan teknologi suatu bangsa,” ujar Brian dinukil dari kemdiktisaintek.go.id.

Pengembangan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan BUMN. Salah satu capaian yang telah dihasilkan ialah purwarupa chip untuk paspor elektronik nasional yang dikembangkan Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Peruri melalui PT LAPI ITB.

Purwarupa chip tersebut telah tiba di Indonesia pada pertengahan Juli dan saat ini tengah menjalani tahap uji keandalan akhir di laboratorium.

Direktur Utama Peruri, Teguh Arief Indratmoko, mengatakan fasilitas Sandbox dirancang sebagai rumah kolaborasi bagi akademisi, industri, dan pemerintah. Infrastruktur digital yang tersedia memungkinkan proses perancangan, simulasi hingga validasi desain chip dilakukan lebih cepat dan terintegrasi.

“Fasilitas Sandbox yang hadir di hadapan kita dirancang sebagai rumah kolaborasi bagi akademisi, industri, dan pemerintah. Dengan dukungan infrastruktur digital modern, fasilitas ini memungkinkan proses perancangan, simulasi, hingga validasi desain chip nasional dilakukan dengan jauh lebih cepat dan terintegrasi,” katanya.

Selain ITB, pengembangan ekosistem semikonduktor nasional juga melibatkan Telkom University, Politeknik Negeri Batam, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, dan Universitas Brawijaya.

Sementara itu, Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara, Sigit Puji Santosa, mengatakan pembangunan industri semikonduktor nasional difokuskan pada tiga bidang utama, yakni chip design, foundry, dan packaging.

Menurutnya, pengembangan tersebut juga memerlukan dukungan investasi, regulasi, dan kepastian pasar agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

Di sisi lain, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyebut pemerintah terus menyiapkan roadmap, kebijakan iklim usaha, serta penguatan ekosistem industri semikonduktor nasional guna mendukung sektor elektronika, telematika, otomotif, AI data center, hingga industri pertahanan.

Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan memperkuat riset, talenta, dan inovasi semikonduktor nasional sebagai fondasi kemandirian teknologi Indonesia. (Jun)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.