BPJS Ketenagakerjaan Siapkan “Karier Kedua” untuk Calon Pensiunan Karyawan YMPI dan YEMI Lewat PEKA

14

Pasuruan (WartaBromo.com) – Memasuki masa pensiun tak harus berarti berhenti produktif. BPJS Ketenagakerjaan mendorong pekerja yang mendekati masa purna tugas untuk mulai menyiapkan “karier kedua”.

Hal tersebut dilakukan BPJS Ketenagakerjaan melalui Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA). Adapun digelar bersama PT Yamaha Musical Product Indonesia (YMPI) dan YEMI di PT YMPI, Kabupaten Pasuruan, Jumat (11/9/2026).

Pelatihan tersebut diikuti 16 pekerja YMPI yang akan memasuki masa purna tugas. Program ini menjadi bagian dari upaya BPJS Ketenagakerjaan untuk tidak hanya memberikan perlindungan melalui manfaat jaminan sosial, tetapi juga membekali calon penerima manfaat agar mampu memanfaatkan masa setelah bekerja secara produktif dan mandiri.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Pasuruan, Irvansyah Utoh Banja, mengatakan program PEKA yang biasanya diberikan kepada penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan kali ini memiliki pendekatan berbeda.

“Kalau biasanya program PEKA diberikan kepada penerima manfaat, khusus kegiatan hari ini di YMPI ini memang spesial. Ini pertama kali untuk calon penerima manfaat JHT,” ujar Utoh dalam pembukaan pelatihan.

Menurutnya, Jaminan Hari Tua (JHT) pada dasarnya merupakan tabungan pekerja yang dipersiapkan untuk menghadapi masa ketika seseorang tidak lagi bekerja. Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan pekerja tidak hanya menerima manfaat, tetapi juga memiliki kesiapan untuk menjalani kehidupan setelah memasuki masa purna tugas.

Utoh menyebut, hingga saat ini terdapat sekitar 5,7 juta pekerja di Jawa Timur yang telah terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Sementara manfaat yang telah dibayarkan di Jawa Timur mencapai sekitar Rp5,4 triliun.

Khusus di Kabupaten Pasuruan, manfaat yang telah dibayarkan BPJS Ketenagakerjaan disebut mencapai sekitar Rp500 miliar. Sekitar 80 persen dari manfaat tersebut berasal dari program JHT.

“Dengan prinsip Value Added Protection, kami ingin memberikan lebih. Tidak hanya santunan atau manfaatnya saja, tetapi juga pemberdayaan,” jelasnya.

Pelatihan PEKA di YMPI mengusung tema “Prepare Today, Secure Tomorrow”. Peserta mendapatkan tiga materi utama, yakni ESQ dan Retirement Life Map untuk mempersiapkan mental, spiritual serta tujuan hidup setelah pensiun.

Juga financial planning terkait pengelolaan keuangan dan investasi, serta pengenalan potensi dan kompetensi individu agar dapat dikembangkan menjadi aktivitas produktif.

BPJS Ketenagakerjaan menerapkan prinsip 3P dalam program tersebut, yakni peserta mengikuti pelatihan, mampu menghasilkan atau production, hingga diharapkan dapat memperoleh keuntungan atau profit.

“Harapannya dari peserta yang ikut pelatihan ini, 10 persen bisa memulai wirausaha,” kata Utoh.

Ia menambahkan, pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti dalam satu kegiatan. BPJS Ketenagakerjaan membuka peluang adanya pelatihan lanjutan agar pekerja memiliki waktu dan pendampingan yang cukup untuk beradaptasi dari status sebagai penerima upah menuju pekerja mandiri.

“Yang namanya kita sebagai pekerja kantoran atau penerima upah itu belum siap langsung untuk menjadi pekerja mandiri. Harapannya ketika nanti sudah menjadi pekerja di karier keduanya, tetap menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur PT YMPI, Arief Sukamto, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, persiapan menuju masa purna bakti merupakan fase penting bagi pekerja yang selama puluhan tahun telah memberikan kontribusi bagi perusahaan.

Ia menyebut sebagian peserta telah bekerja di YMPI dan YEMI selama lebih dari 20 tahun. Karena itu, manajemen ingin memastikan para pekerja mendapatkan bekal yang cukup sebelum memasuki masa pensiun.

“Pensiun itu bukan akhir. Kami ingin Bapak/Ibu tetap produktif, tetap sehat, dan tentunya tetap bahagia ketika sudah memasuki purna bakti,” ujar Arief.

Menurutnya, persiapan tersebut tidak cukup hanya dari sisi finansial. Pekerja juga perlu memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk mengelola aktivitas produktif setelah tidak lagi menerima gaji secara rutin.

Arief mengatakan, program PEKA kali ini merupakan hasil komunikasi antara Yamaha dan BPJS Ketenagakerjaan. Awalnya, program PEKA lebih banyak menyasar penerima manfaat yang telah selesai bekerja.

Namun, Yamaha mengusulkan agar pembekalan dilakukan sebelum pekerja memasuki masa pensiun. Dengan begitu, pekerja memiliki waktu untuk mempersiapkan diri ketika masih aktif bekerja.

“Kita harus mulai berpikir untuk mengelola keuangan kita sendiri untuk menghasilkan, untuk produktif dengan cara kita masing-masing,” katanya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya, mengapresiasi program yang digagas BPJS Ketenagakerjaan bersama Yamaha tersebut.

Menurutnya, konsep pemberdayaan pekerja menjelang purna tugas memiliki substansi yang sejalan dengan program yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Pasuruan bagi aparatur sipil negara (ASN) yang mendekati masa pensiun.

Yudha menyebut, dari sekitar 1,6 juta penduduk Kabupaten Pasuruan, sekitar 71 persen berada dalam kategori usia produktif.

Karena itu, masa purna tugas menurutnya tidak serta-merta membuat seseorang berhenti berkarya. Justru potensi dan pengalaman yang dimiliki pekerja selama puluhan tahun dapat dikembangkan menjadi aktivitas yang menghasilkan.

“Walaupun setelah masa purna tugas, harapannya masih bisa melakukan aktivitas produktif. Konsepnya bagaimana memberdayakan potensi yang ada di panjenengan semua, termasuk menggali potensi yang ada di sekitar lingkungan,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan agar manfaat jaminan sosial yang diterima pekerja nantinya tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif. Manfaat tersebut diharapkan dapat dikelola menjadi sesuatu yang produktif dan berkelanjutan.

“Harapannya tidak hanya berhenti untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif, tetapi menjadi hal-hal yang sifatnya produktif,” imbuhnya.

Melalui kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan, Yamaha, pemerintah daerah, Bank Mandiri dan BBPVP Pasuruan tersebut, pelatihan PEKA diharapkan menjadi langkah awal bagi pekerja untuk menyiapkan kehidupan setelah purna tugas. (Jun/**)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.