BPJS Ketenagakerjaan Siapkan “Karier Kedua” untuk Calon Pensiunan Karyawan YMPI dan YEMI Lewat PEKA

175

Pasuruan (WartaBromo.com) – Memasuki masa pensiun bukan berarti harus berhenti produktif. Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan mendorong pekerja yang mendekati masa purna tugas untuk mulai menyiapkan “karier kedua”.

Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) yang digelar BPJS Ketenagakerjaan bersama PT Yamaha Musical Product Indonesia (YMPI) dan YEMI di PT YMPI, Kabupaten Pasuruan, Jumat (11/9/2026).

Pelatihan ini diikuti 16 pekerja YMPI yang akan memasuki masa purna tugas. Program tersebut menjadi bagian dari upaya BPJS Ketenagakerjaan untuk tidak hanya memberikan perlindungan melalui manfaat jaminan sosial, tetapi juga membekali calon penerima manfaat agar mampu menjalani masa setelah bekerja secara produktif dan mandiri.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Irvansyah Utoh Banja, mengatakan program PEKA yang biasanya diberikan kepada penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan kali ini memiliki pendekatan berbeda.

“Kalau biasanya program PEKA diberikan kepada penerima manfaat, khusus kegiatan hari ini di YMPI ini memang spesial. Ini pertama kali untuk calon penerima manfaat JHT,” ujar Utoh saat membuka pelatihan.

Menurut Utoh, Jaminan Hari Tua (JHT) pada dasarnya merupakan tabungan pekerja yang dipersiapkan untuk menghadapi masa ketika seseorang tidak lagi bekerja. Oleh karena itu, BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan pekerja tidak hanya menerima manfaat, tetapi juga memiliki kesiapan untuk menjalani kehidupan setelah memasuki masa purna tugas.

Hingga saat ini, sekitar 5,7 juta pekerja di Jawa Timur telah terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Sementara itu, manfaat yang telah dibayarkan di Jawa Timur mencapai sekitar Rp5,4 triliun.

Khusus di Kabupaten Pasuruan, manfaat yang telah dibayarkan BPJS Ketenagakerjaan mencapai sekitar Rp500 miliar. Sekitar 80 persen di antaranya berasal dari program JHT.

“Dengan prinsip Value Beyond Protection, kami ingin memberikan lebih. Tidak hanya santunan atau manfaatnya saja, tetapi juga pemberdayaan,” jelasnya.

Pelatihan PEKA di YMPI mengusung tema “Prepare Today, Secure Tomorrow”. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan tiga materi utama, yakni ESQ dan Retirement Life Map untuk mempersiapkan mental, spiritual, serta tujuan hidup setelah pensiun.

Peserta juga memperoleh materi financial planning yang membahas pengelolaan keuangan dan investasi. Selain itu, mereka diajak mengenali potensi serta kompetensi individu untuk dikembangkan menjadi aktivitas produktif.

BPJS Ketenagakerjaan menerapkan prinsip 3P dalam program tersebut. Peserta diharapkan mengikuti pelatihan, mampu menghasilkan atau production, hingga memperoleh keuntungan atau profit.

“Harapannya dari peserta yang ikut pelatihan ini, 10 persen bisa memulai wirausaha,” kata Utoh.

Ia menambahkan, pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan. BPJS Ketenagakerjaan membuka peluang pelatihan lanjutan agar pekerja memiliki waktu dan pendampingan yang cukup untuk beradaptasi dari status sebagai penerima upah menuju pekerja mandiri.

“Yang namanya kita sebagai pekerja kantoran atau penerima upah itu belum siap langsung untuk menjadi pekerja mandiri. Harapannya ketika nanti sudah menjadi pekerja di karier keduanya, tetap menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” tuturnya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya, turut mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, konsep pemberdayaan pekerja menjelang purna tugas sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Pasuruan bagi ASN yang mendekati masa pensiun.

Dari sekitar 1,6 juta penduduk Kabupaten Pasuruan, sekitar 71 persen berada dalam kategori usia produktif. Karena itu, masa purna tugas tidak serta-merta membuat seseorang berhenti berkarya, melainkan dapat menjadi momentum untuk mengembangkan potensi dan pengalaman menjadi aktivitas produktif.

“Harapannya tidak hanya berhenti untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif, tetapi menjadi hal-hal yang sifatnya produktif,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur PT YMPI, Arief Sukamto, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menyebut sebagian peserta telah bekerja di YMPI dan YEMI selama lebih dari 20 tahun. Karena itu, persiapan menuju masa purna bakti dinilai penting agar pekerja memiliki bekal finansial, mental, dan kemampuan untuk tetap produktif setelah tidak lagi menerima gaji secara rutin.

“Pensiun itu bukan akhir. Kami ingin Bapak dan Ibu tetap produktif, tetap sehat, dan tentunya tetap bahagia ketika sudah memasuki purna bakti,” ujar Arief.

Di sisi lain, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pasuruan, Sulistijo Nisita Wirjawan, mengatakan program PEKA merupakan bentuk komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan yang tidak hanya berorientasi pada masa kerja, tetapi juga membantu pekerja mempersiapkan diri menghadapi masa purnabakti.

“Memasuki masa pensiun bukan berarti produktivitas harus berhenti. Melalui program PEKA, kami ingin memberikan bekal dan wawasan kepada calon pensiunan agar dapat mempersiapkan karier kedua secara lebih matang, sehingga masa purnabakti tetap dapat dijalani dengan produktif dan sejahtera,” ujar Sulistijo.

Melalui kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan, Yamaha, Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Bank Mandiri, dan BBPVP Pasuruan, pelatihan PEKA diharapkan menjadi langkah awal bagi pekerja dalam menyiapkan kehidupan setelah purna tugas. (Jun/)**

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.