Kebakaran Hutan TNBTS Meluas ke Lereng Bromo Arah Probolinggo, BPBD Kerahkan Tim Cegah Api Masuk Bukit Teletubbies

27

Sukapura (WartaBromo.com) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas pada Selasa (4/8/2026). Setelah membakar Blok Bantengan di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, kobaran api kini merambat ke perbukitan lereng Gunung Bromo dan mulai mendekati kawasan yang berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo.

Perkembangan tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mengerahkan personel bersama TNI, Polri, Perhutani, relawan, serta Balai Besar TNBTS menuju kawasan Bukit Teletubbies atau Lembah Watangan. Langkah itu dilakukan untuk membendung laju api agar tidak memasuki wilayah Probolinggo.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, R. Oemar Sjarief, mengatakan hasil pemantauan sejak Selasa pagi menunjukkan titik api kembali membesar akibat vegetasi yang mengering selama musim kemarau.

“Dari pemantauan di kawasan Bukit Teletubbies, kobaran api terlihat kembali aktif di lereng Gunung Bromo sisi Lumajang. Prioritas kami saat ini adalah menahan penyebaran api agar tidak menembus kawasan konservasi di wilayah Probolinggo,” kata Oemar, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, tim gabungan akan melakukan pengisolasian titik api dengan membuat sekat bakar secara manual dan melakukan penyemprotan air pada lokasi yang dinilai paling rawan.

“Seluruh personel difokuskan untuk melindungi kawasan Bukit Teletubbies dan mencegah api terus bergerak ke arah Probolinggo. Di saat yang sama kami juga memperkuat koordinasi dengan tim di Lumajang agar penanganan berjalan terpadu,” ujarnya.

Hingga Selasa siang, proses pemadaman masih berlangsung. Petugas gabungan yang terdiri atas BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Lumajang, BPBD Kabupaten Probolinggo, Perhutani, Balai Besar TNBTS, TNI, Polri, relawan, serta mobil pemadam kebakaran milik TNBTS terus berjibaku menjinakkan api di sejumlah titik.

Sementara itu, Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan luas kawasan hutan yang terbakar karena fokus utama masih tertuju pada proses pemadaman.

“Tim di lapangan masih berkonsentrasi mengendalikan kebakaran. Luas area terdampak baru akan dihitung setelah api berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan aman,” ujar Endrip.

Kebakaran diketahui mulai terjadi pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di Blok Bantengan. Rekaman video yang memperlihatkan garis api membentang di lereng pegunungan sempat viral di media sosial dan menunjukkan besarnya kobaran yang melahap vegetasi kering.

Dampak kebakaran tersebut juga memengaruhi aktivitas pariwisata di kawasan Bromo. Balai Besar TNBTS menutup sementara jalur wisata melalui pintu Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang serta pintu Senduro di Kabupaten Lumajang sejak Senin (3/8/2026) pukul 22.00 WIB.

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan penutupan dilakukan untuk memberikan ruang bagi petugas melakukan pemadaman sekaligus menjamin keselamatan wisatawan.

“Pembatasan akses diperlukan agar operasi pemadaman dapat berjalan maksimal dan keselamatan pengunjung tetap terjaga. Penutupan akan diberlakukan hingga situasi dinyatakan aman,” kata Rudijanta.

Meski demikian, kawasan wisata Gunung Bromo masih dapat diakses melalui pintu Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo dan Wonokitri di Kabupaten Pasuruan.

Namun, pengunjung hanya diperbolehkan beraktivitas di kawasan Lautan Pasir, sedangkan Savana ditutup sementara hingga proses penanganan kebakaran selesai.

Musim kemarau yang menyebabkan hamparan rumput dan semak mengering membuat kawasan TNBTS berada dalam kondisi sangat rentan terhadap kebakaran.

Karena itu, pengelola taman nasional mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pelaku jasa wisata untuk tidak menyalakan api maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik kebakaran baru. (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.