Pasuruan (WartaBromo.com) – Kekeringan ekstrem di Kabupaten Pasuruan semakin meluas. Jika pada awal September 2026 terdapat delapan desa di tiga kecamatan yang mengalami kekeringan, kini jumlahnya bertambah menjadi 10 desa yang tersebar di empat kecamatan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan, perluasan wilayah terdampak kekeringan tersebut membuat kebutuhan distribusi air bersih bagi masyarakat semakin meningkat.
“Sekarang ada sepuluh desa yang mengalami kekeringan dan harus disuplai air bersih setiap hari,” kata Sugeng saat dikonfirmasi, Kamis (17/9/2026).
Sebelumnya, kekeringan ekstrem hanya terjadi di tiga kecamatan, yakni Lumbang, Pasrepan, dan Winongan. Namun, berdasarkan data terbaru BPBD, wilayah terdampak kini bertambah dengan masuknya Kecamatan Kejayaan.
Di Kecamatan Lumbang, terdapat tiga desa yang masih mengalami kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih setiap hari. Ketiga desa tersebut meliputi Desa Karangjati, Watulumbang, dan Pancur.
Sementara itu, di Kecamatan Winongan, kekeringan terjadi di Desa Kedungrejo.
Adapun di Kecamatan Pasrepan, jumlah desa terdampak bertambah dari sebelumnya empat desa menjadi lima desa. Kelima desa tersebut meliputi Ngantungan, Sibon, Klakah, Petung, dan Galih.
Sedangkan di Kecamatan Kejayaan, desa yang masuk dalam data terbaru wilayah terdampak kekeringan adalah Desa Kedungpengaron.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di 10 desa tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui BPBD melakukan distribusi air bersih setiap hari.
Sugeng menyebutkan, setidaknya dibutuhkan 18 tangki air setiap hari untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga yang terdampak kekeringan.
“Setiap hari setidaknya butuh 18 tangki air untuk didistribusikan membantu masyarakat mendapatkan pasokan air bersih,” jelasnya. (Fir)






















