Pemkab Targetkan Perbaikan Pipa Air Jatiarjo Dimulai Pekan Depan, Anggaran Ditaksir Capai 1M

7

Prigen (WartaBromo.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan akan segera melakukan upaya pemulihan terhadap pipa saluran air warga Jatiarjo, Kecamatan Prigen yang saat ini mengalami kerusakan akibat kebakaran hutan Gunung Arjuno.

Perbaikan ditargetkan mulai pekan depan dengan kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp 1 miliar.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan, Eko Bagus Wicaksono, mengatakan kerusakan paling parah terjadi pada jaringan pipa berdiameter 3 dimensi dan 2 dimensi. Pipa tersebut meleleh akibat terpapar panas saat kebakaran hutan berlangsung.

“Yang paling parah di Desa Jatiarjo. Desa Jatiarjo itu memerlukan diameter pipa yang rusak itu lima dim, tiga dim, sama dua dim. Sedangkan yang lima dim hanya sambungan-sambungan saja yang rusak. Sedangkan yang tiga sama dua dim itu rusak parah karena rata-rata kena kebakaran, jadi leleh,” kata Eko.

Ia menjelaskan, perbaikan akan diprioritaskan pada jaringan pipa berdiameter 3 dimensi sepanjang 350 meter dan pipa berdiameter 2 dimensi sepanjang 3.750 meter.

“Itu yang segera kita tangani. Dan insyaallah minggu depan sudah kita mulai,” ujarnya.

Menurut Eko, kebutuhan anggaran untuk pemulihan jaringan pipa tersebut diperkirakan mencapai Rp 1 miliar.

“Kebutuhan anggaran diperkirakan sekitar 1 M,” jelas Eko.

Sebelumnya, Pemerintah Desa Jatiarjo melaporkan kebakaran hutan Gunung Arjuno berdampak langsung terhadap jaringan distribusi air bersih warga. Kerusakan sejumlah pipa menyebabkan aliran dari sumber mata air masyarakat setempat terputus total.

Berdasarkan laporan sementara pemerintah desa, kerusakan tercatat pada sejumlah jalur jaringan pipa dengan total panjang sekitar 5.250 meter atau 5,25 kilometer.

Rinciannya, jaringan induk pipa PVC berdiameter 5 dimensi dari sumber mata air Banyu Udan menuju tandon Langkahan mengalami kerusakan sepanjang 750 meter. Kerusakan juga dilaporkan pada jaringan pipa PVC berdiameter 3 dimensi dan 2 dimensi dari Banyu Udan menuju tandon Langkahan dengan panjang yang disebut mencapai 750 meter.

Sementara itu, jaringan pipa PVC berdiameter 2 dimensi dari Mata Air IMMD menuju Langkahan mengalami kerusakan sepanjang 3.000 meter.

Kerusakan tersebut membuat warga harus menghadapi gangguan pemenuhan kebutuhan air bersih karena jaringan yang selama ini mengalirkan air dari kawasan pegunungan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Dengan rencana perbaikan yang dijadwalkan mulai pekan depan, pemulihan jaringan pipa menjadi langkah penting untuk mengembalikan distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak.

Namun, proses pemulihan tidak hanya bergantung pada dimulainya pekerjaan fisik. Kepastian penyelesaian perbaikan dan kembali normalnya aliran air juga menjadi hal yang dinantikan warga yang sumber airnya terdampak kebakaran hutan tersebut. (Fir)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.