Dari Desa Termiskin Jadi Mandiri, Pakijangan Bangun Pasar Desa dan Hidupkan Ekonomi Warga

18

Wonorejo (WartaBromo.com) – Desa Pakijangan, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, berhasil melakukan transformasi besar. Dari yang sebelumnya dikenal sebagai desa termiskin, kini Pakijangan berstatus desa mandiri berkat terobosan pembangunan pasar desa di atas tanah bengkok.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) Pakijangan berhasil menciptakan sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) sekaligus mengurangi ketergantungan pada anggaran pemerintah pusat.

Kepala Desa Pakijangan, Herdy Tri Handianto, mengungkapkan bahwa inovasi ini lahir dari kondisi desa yang sebelumnya tidak memiliki sumber pendapatan.

“Awalnya Desa Pakijangan adalah yang termiskin dari 15 desa di Kecamatan Wonorejo. Kami tidak punya PADes, bahkan tidak ada dana CSR karena memang tidak ada pabrik yang berdiri di wilayah kami,” ujar Herdy dalam acara Jagongan Wakil Rakyat (Jawara) yang dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Kamis (5/3/2026).

Pemdes Pakijangan kemudian memanfaatkan tanah bengkok desa dengan membuka ruang bagi warga untuk berjualan. Namun, pedagang tidak diperbolehkan mendirikan bangunan permanen di area tersebut.

Seiring berkembangnya aktivitas pasar, pemerintah desa mulai memberlakukan sistem retribusi sebagai modal pengelolaan sekaligus pemasukan desa.

Tarif yang diterapkan juga berpihak pada warga lokal. Pedagang asal Desa Pakijangan dikenakan retribusi Rp1.000.000 per tahun, sedangkan pedagang dari luar desa sebesar Rp3.000.000 per tahun.

Tak hanya berfungsi sebagai pasar desa, kawasan ini juga berkembang menjadi pusat aktivitas warga. Lokasi pasar diintegrasikan dengan sentra UMKM serta fasilitas olahraga seperti lapangan sepak bola dan voli, sehingga menjadi pusat keramaian baru bagi masyarakat.

Herdy berharap Pemerintah Kabupaten Pasuruan dapat memberikan dukungan lebih lanjut agar pembangunan di desanya dapat terus berkembang.

Menanggapi inovasi tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhamad Zaini, memberikan apresiasi atas langkah yang dilakukan Desa Pakijangan. Menurutnya, desa telah menunjukkan upaya nyata dalam memperkuat ekonomi dari tingkat paling dasar.

“Desa adalah ujung tombak pembangunan. Jika desa bisa mandiri seperti ini, maka ekonomi daerah akan kuat. Kami di legislatif siap mengawal kebijakan terkait BUMDes dan peningkatan ekonomi desa,” tegas Zaini.

Meski demikian, Zaini juga mendorong agar produk-produk UMKM Desa Pakijangan mulai merambah ke ranah digital.

“Pemanfaatan promosi digital sangat penting agar pasar desa ini jangkauannya lebih luas,” tambahnya.

Ia pun berharap Desa Pakijangan dapat menjadi contoh bagi desa lain yang belum memiliki pasar desa maupun pengelolaan BUMDes yang optimal. (fir/red)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.