Kraksaan (WartaBromo.com) – Kegiatan tadarus Al-Qur’an menggunakan mushaf braille oleh penyandang disabilitas netra berlangsung di Masjid Al-Barokah Kampus Universitas Islam Zainul Hasan Genggong, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program Ramadan yang mengusung semangat dakwah inklusif di lingkungan kampus.
Tadarus dimulai pada pukul 15.30 WIB hingga menjelang berbuka puasa. Mereka melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an menggunakan mushaf braille dengan suasana khidmat di Masjid Al-Barokah yang berada di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.
“Kegiatan ini digelar melalui kolaborasi organisasi mahasiswa, Remaja Masjid (Remas) Al-Barokah, serta takmir masjid sebagai bagian dari program Ramadan bertajuk New Ramadhan Era,” kata M. Anshori, ketua Pertuni Probolinggo.
Pembina Remas Al-Barokah, Massajo, mengatakan tadarus Al-Qur’an braille tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan di lingkungan kampus.
Menurut dia, Ramadan merupakan momentum untuk menghadirkan kegiatan dakwah yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberi ruang keterlibatan bagi berbagai kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
“Ramadan menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan. Kami ingin kegiatan keagamaan di kampus bisa diikuti oleh semua kalangan tanpa terkecuali,” ujarnya.
Kegiatan tadarus tersebut menjadi bagian dari rangkaian Festival Ramadan yang sebelumnya dibuka oleh Rektor Universitas Islam Zainul Hasan Genggong, Abdul Aziz Wahab.
Selain kegiatan keagamaan, festival juga menghadirkan sejumlah agenda sosial dan pemberdayaan, antara lain bazar UMKM organisasi mahasiswa, pembagian paket sembako kepada warga sekitar kampus, serta berbagai kegiatan dakwah yang melibatkan mahasiswa.
Massajo menambahkan pihaknya juga berencana mengaktifkan kembali komunitas KOMPAQ (Komunitas Mahasiswa Pemuda Pelajar Pramuka Taqwa) yang sebelumnya dibentuk pada 2023 bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional.
Melalui kegiatan Ramadan tersebut, kampus Universitas Islam Zainul Hasan Genggong berharap nilai-nilai empati, kepedulian sosial, dan ukhuwah Islamiyah dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. (saw)




















