Pasuruan United Tunggu Sikap PSSI Usai Insiden Tendangan ke Wajah Kapten Tim, Belum Tutup Peluang Lapor Resmi

19

Pasuruan (WartaBromo.com) – Pasuruan United masih menunggu langkah dan keputusan PSSI terkait insiden keras yang menimpa kapten timnya, Ricko Hardiansyah, dalam laga kedua Babak 64 Besar Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026 melawan Bolsel FC.

Manajer Pasuruan United, Fitroh Wirajalu, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum mengajukan laporan resmi. Namun, opsi tersebut tetap terbuka apabila tidak ada tindak lanjut dari otoritas sepak bola nasional.

“Kita masih tunggu dari PSSI terkait insiden kemarin. Kalau tidak ada tindakan, rencananya kita akan lapor resmi,” kata Fitroh saat dikonfirmasi, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, hingga kini belum ada itikad permintaan maaf dari kubu lawan, baik secara langsung maupun melalui jalur resmi.

“Dari tim lawan juga belum ada permintaan maaf, di dalam maupun di luar lapangan,” jelasnya.

Insiden tersebut terjadi saat Pasuruan United menghadapi Bolsel FC di Stadion R. Soedarsono, Pogar, Bangil, pada Senin (1/6/2026). Berdasarkan keterangan resmi yang diunggah Pasuruan United melalui media sosial, tensi pertandingan sudah tinggi sejak awal laga.

Memasuki menit ke-49, terjadi duel perebutan bola antara Ricko Hardiansyah dan pemain Bolsel FC, Sutrisno Kadula. Dalam situasi tersebut, Ricko berhasil merebut bola hingga keduanya terjatuh.

Dari tayangan pertandingan yang beredar, terlihat adanya gerakan kaki tambahan dari Sutrisno yang mengenai wajah Ricko saat keduanya berada di atas lapangan.

Akibat benturan tersebut, Ricko mengalami luka di bagian wajah hingga mengeluarkan darah. Tim medis Pasuruan United langsung masuk ke lapangan untuk memberikan penanganan sebelum pemain tersebut mendapat pemeriksaan lanjutan.

Fitroh menjelaskan, kondisi Ricko saat ini masih dalam tahap pemulihan dan observasi medis. Tim pelatih masih menunggu hasil pemeriksaan dokter untuk memastikan apakah sang kapten bisa tampil pada laga ketiga.

“Masih proses pemulihan, kita masih menunggu hasil dokter Jumat besok. Apakah bisa bermain di laga ketiga atau tidak,” ungkapnya.

Melalui pernyataan resminya, Pasuruan United berharap insiden tersebut mendapat perhatian serius dari PSSI dan pihak terkait. Klub menegaskan bahwa kompetisi sepak bola harus tetap menjunjung tinggi sportivitas, fair play, serta keselamatan pemain.

Menurut Pasuruan United, apabila ditemukan unsur kekerasan atau tindakan yang membahayakan lawan, maka kejadian tersebut dapat ditinjau berdasarkan Law 12 FIFA/IFAB tentang Fouls and Misconduct serta ketentuan dalam Kode Disiplin PSSI terkait perilaku tidak sportif dan tindakan yang membahayakan keselamatan pemain.

“Harapannya tetap mengutamakan sportivitas dalam pertandingan,” pungkas Fitroh. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.