Pasuruan (WartaBromo.com) – Sejumlah wilayah di Jawa Timur dilaporkan mengalami kelangkaan LPG dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini turut diikuti dengan meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi peredaran LPG oplosan di tengah masyarakat.
Di Kota Pasuruan, kelangkaan LPG terkonfirmasi terjadi pada Sabtu (11/4/2026). Sebagai upaya pemenuhan kebutuhan, mulai Senin (13/4/2026), Pertamina Patra Niaga menggelontorkan sebanyak 22.400 tabung LPG 3 kilogram.
Situasi kelangkaan ini membuat Bolo Warmo perlu mengetahui ciri-ciri LPG oplosan agar dapat membedakan dengan LPG sesuai standar. Berikut diantaranya:
1. Berat Tabung Lebih Ringan
Tabung LPG oplosan umumnya memiliki berat di bawah standar. LPG 3 kg asli biasanya memiliki berat total sekitar 8 kg, termasuk berat tabung. Perbedaan berat ini dapat menjadi indikasi bahwa isi gas tidak sesuai ketentuan.
2. Gas Cepat Habis
LPG oplosan cenderung lebih cepat habis saat digunakan. Hal ini berkaitan dengan volume isi yang tidak sesuai standar. Dalam beberapa kasus, isi gas dilaporkan berkurang meski penggunaan tidak signifikan.
3. Nyala Api Berwarna Merah dan Kecil
Perbedaan kualitas LPG dapat dilihat dari nyala api. Pada LPG oplosan, api cenderung berwarna merah dan berukuran kecil. Kondisi ini dapat terjadi akibat campuran zat lain, termasuk air, yang memengaruhi proses pembakaran. (jun)





















