Pasuruan (WartaBromo.com) – Tidak semua babi memiliki penampilan seperti yang sering ditemui di peternakan. Di berbagai belahan dunia, terdapat beberapa spesies babi yang justru sangat langka dan memiliki bentuk tubuh yang tidak biasa.
Sebagian bahkan hanya hidup di wilayah tertentu dan populasinya terus menurun akibat hilangnya habitat hingga perburuan liar.
Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki kekayaan satwa unik tersebut. Bahkan, dua di antaranya merupakan spesies asli Nusantara yang kini mendapat perlindungan karena keberadaannya semakin terancam.
Berikut empat jenis babi paling langka di dunia yang memiliki karakteristik unik:
1. Babi Kutil Bawean
Babi Kutil Bawean merupakan satwa endemik yang hanya hidup di Pulau Bawean, Jawa Timur. Keberadaannya termasuk salah satu mamalia paling langka di dunia karena populasinya terus menurun akibat penyusutan kawasan hutan dan aktivitas perburuan.
Keunikan spesies ini terlihat dari bentuk wajahnya. Babi Kutil Bawean memiliki tiga pasang tonjolan daging mengeras atau kutil di sekitar moncong. Selain itu, terdapat surai panjang yang membentang dari bagian kepala hingga mendekati ekor, membuat tampilannya berbeda dari babi hutan pada umumnya.
Sebagai satwa endemik, kelestarian Babi Kutil Bawean sangat bergantung pada keberhasilan pelestarian habitat alaminya di Pulau Bawean.
2. Babi Kerdil (Pygmy Hog)
Pygmy Hog atau Babi Kerdil berasal dari Assam, India, dan dikenal sebagai babi hutan terkecil di dunia.
Spesies ini sempat dinyatakan punah di alam liar pada era 1960-an. Namun, pada tahun 1971, keberadaannya kembali ditemukan sehingga membuka harapan baru bagi upaya konservasi.
Kini populasinya diperkirakan hanya sekitar 250 ekor. Untuk mencegah kepunahan, berbagai program konservasi dilakukan, mulai dari penangkaran (breeding), pengembangbiakan, hingga pelepasliaran ke habitat aslinya.
Keberhasilan penyelamatan Pygmy Hog menjadi salah satu contoh penting bagaimana konservasi dapat mengembalikan spesies yang hampir hilang dari alam.
3. Babirusa
Babirusa merupakan salah satu satwa khas Indonesia yang hidup di Pulau Sulawesi dan sejumlah Kepulauan Maluku. Ciri paling mencolok dari hewan ini adalah taring jantan yang melengkung ke atas hingga menembus bagian moncong.
Bentuknya sekilas menyerupai tanduk rusa sehingga hewan ini dikenal dengan nama Babirusa.
Selain tampilannya yang unik, Babirusa juga menghadapi ancaman serius akibat perburuan liar dan kerusakan habitat. Karena itu, spesies ini telah mendapat perlindungan sejak tahun 1931 dan terus menjadi fokus berbagai program konservasi.
4. Babi Mangalitsa
Berbeda dari spesies lainnya, Babi Mangalitsa merupakan babi domestik asal Hungaria yang terkenal karena bulunya sangat tebal dan keriting sehingga tampak seperti seekor domba. Ras ini mulai dikembangbiakkan sejak tahun 1830-an dan hingga kini populasinya masih tergolong terbatas.
Kelangkaan tersebut membuat Mangalitsa menjadi salah satu ras babi yang terus dilestarikan oleh para peternak. Selain penampilannya yang unik, Mangalitsa juga dikenal sebagai salah satu ras babi tradisional yang memiliki nilai sejarah dalam dunia peternakan Eropa. (jun)





















