Disbudpar Tak Ekskavasi Gua di Tutur, Desa Boleh Kelola Jadi Wisata

9

Tutur (WartaBromo.com) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Pasuruan tidak akan melakukan ekskavasi terhadap gua alami yang ditemukan di samping rumah warga Desa Andonosari, Kecamatan Tutur. Jika nantinya ingin dikembangkan menjadi destinasi wisata, pengelolaannya diserahkan kepada pemerintah desa.

Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Ika Ratnawati, mengatakan pihaknya telah meninjau langsung lokasi gua. Dari hasil peninjauan, diketahui terdapat tiga gua di kawasan tersebut.

Satu gua berada tepat di samping rumah Ngatimin (75), sementara dua lainnya berada agak jauh tetapi masih dalam satu kawasan.

“Kami sudah meninjau ke lokasi. Di sana ternyata ada tiga gua, satu di samping rumah warga dan dua posisi agak jauh, tapi masih satu lokasi,” kata Ika, Kamis (10/9/2026).

Ika menyebut pihaknya belum dapat memastikan apakah ketiga gua tersebut saling terhubung. Namun, ketiganya memiliki karakteristik yang sama, yakni merupakan gua yang terbentuk secara alami.

“Guanya sama-sama gua alam, bukan gua buatan,” terangnya.

Dengan hasil tersebut, Disbudpar memastikan tidak akan melakukan ekskavasi di lokasi. Sebab, gua tersebut juga bukan merupakan cagar budaya.

“Kita nggak bisa ekskavasi. Kalau pihak desa mau mengelola sebagai lokasi wisata, dipersilakan,” jelas Ika.

Gua tersebut sebelumnya menjadi perhatian setelah keberadaannya beredar di media sosial. Sejumlah warga kemudian berdatangan untuk melihat langsung gua yang berada di sisi kanan rumah Ngatimin.

Bagi Ngatimin, keberadaan gua itu sebenarnya bukan hal baru. Ia mengaku telah menemukan gua tersebut sejak 1994, jauh sebelum rumahnya berdiri di lokasi itu.

Saat itu, Ngatimin sedang mencari batu di lahannya. Betel yang digunakannya jatuh ke sebuah lubang. Ketika batu dibongkar untuk mengambil betel tersebut, ia justru menemukan rongga yang kemudian diketahui sebagai gua.

“Dulu belum ada rumah di sini, rumah saya di depan sana. Waktu itu, saat saya cari batu, betel saya jatuh ke lubang. Saya bongkar batunya untuk mengambil betel, ternyata ada gua,” kata Ngatimin.

Gua berada tepat di dekat pintu belakang rumahnya. Mulut gua berukuran kurang dari satu meter, namun masih cukup untuk dimasuki orang dewasa.

Di bagian dalam terdapat rongga dengan ketinggian sekitar satu hingga 1,5 meter dan lebar sekitar 2,5 hingga 3 meter. Terlihat pula bekas aliran air yang diduga terbentuk secara alami karena lokasinya berada tidak jauh dari sungai. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.