Purwosari (WartaBromo.com) – Warga dan pemilik toko kelontong di sekitar Pondok Pesantren Ngalah, Desa Sengonagung, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan dengan mengatasnamakan keluarga Ndalem Pondok Pesantren Ngalah.
Hal tersebut dikarenakan pada Sabtu (5/9/2026) kemarin terdapat sejumlah aksi upaya penipuan disejumlah toko kelontongan disekitar Pondok Ngalah yang mengatasnamakan Ibu Nyai Ngalah.
Diketahui sedikitnya empat toko kelontong di sekitar pondok menjadi sasaran aksi seorang perempuan yang mengaku sebagai utusan Ibu Nyai untuk membeli sejumlah kebutuhan dapur dengan cara bayar kasbon atau bayar nanti.
Aksi tersebut salah satunya terekam kamera CCTV sebuah toko. Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang perempuan mengenakan kerudung hitam dan berkacamata datang menggunakan sepeda motor Honda Beat.
Perempuan tersebut kemudian meminta sejumlah barang kebutuhan dapur. Kepada pemilik toko, ia mengaku mendapatkan perintah dari Ibu Nyai untuk berbelanja dan meminta agar barang terlebih dahulu diberikan dengan sistem kasbon.
Namun, pemilik toko merasa curiga sehingga tidak memberikan barang yang diminta secara kasbon. Dalam rekaman CCTV, perempuan tersebut bahkan sempat berpura-pura menelepon Ibu Nyai untuk meyakinkan pemilik toko.
Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Ngalah, Muhamad Dayat, membenarkan adanya sejumlah upaya penipuan dengan modus mengatasnamakan Ibu Nyai tersebut.
“Total ada sekitar empat toko yang didatangi pelaku, dan modusnya sama, disuruh Ibu Nyai,” kata Dayat saat dikonfirmasi, Minggu (6/9/2026).
Dari empat toko yang didatangi, satu di antaranya diketahui berhasil dikelabui. Toko milik Haji Rohim tersebut percaya bahwa perempuan itu merupakan orang yang diutus Ibu Nyai untuk berbelanja.
Akibatnya, sejumlah barang berhasil dibawa pelaku. Di antaranya beras ukuran 25 kilogram sebanyak tiga karung, 15 sak beras ukuran 5 kilogram, gula pasir 25 kilogram, tiga dus minyak Sunco, dua peti telur, tiga dus Indomie goreng, tiga krat minuman Celeo botol mini, serta enam dus air mineral Club gelas.
“Total kerugiannya mencapai jutaan rupiah,” ungkap Dayat.
Mengetahui adanya kejadian tersebut, pihak pondok kemudian melakukan penelusuran untuk mengetahui identitas dan jejak pelaku.
Dari hasil penelusuran sementara, kata Dayat, perempuan tersebut diduga bukan pertama kali melakukan aksi serupa. Pelaku disebut pernah melakukan modus yang sama di sejumlah wilayah Malang dan belakangan menyasar wilayah Pasuruan.
“Ternyata orangnya memang sudah residivis. Sudah bolak-balik mengatasnamakan orang-orang sekitar begitu. Nah, kebetulan kemarin itu di toko-toko dekat pondok mengatasnamakan Nyai. Katanya disuruh Nyai untuk belanja, nanti dibayar,” ujarnya.
Dayat menegaskan, kejadian tersebut tidak ada kaitannya dengan pihak keluarga Ndalem Pondok Pesantren Ngalah. Ia meminta masyarakat, khususnya pemilik toko di sekitar pondok, tidak mudah percaya apabila ada orang yang mengaku sebagai utusan keluarga Ndalem untuk berbelanja atau mengambil barang.
“Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan tidak gampang percaya terhadap orang yang mengatasnamakan keluarga Ndalem atau pondok. Kalau ada kejadian dengan modus seperti itu, segera konfirmasi kepada pihak pondok,” tegasnya.
Saat ini, pihak pengurus Pondok Pesantren Ngalah masih melakukan penelusuran terhadap keberadaan pelaku.
“Pelaku saat ini sedang dalam penelusuran pengurus pondok,” pungkas Dayat. (Fir)






















