Probolinggo (WartaBromo.com) – Sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo mulai menghadapi keterbatasan air bersih. Kondisi itu terjadi setelah sumber mata air mengalami penurunan pasokan dan layanan PDAM dilaporkan tidak mengalir selama beberapa hari.
Untuk memenuhi kebutuhan warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menyalurkan bantuan air bersih pada Sabtu dan Minggu (26-27/9/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo R Oemar Sjarif mengatakan distribusi dilakukan secara bertahap berdasarkan kondisi di lapangan.
“Distribusi kami sesuaikan dengan kebutuhan,” ujar Oemar.
Pada Sabtu, BPBD mendistribusikan 21.000 liter air. Bantuan diberikan ke dua wilayah permukiman di Kecamatan Tegalsiwalan.
Sebanyak 5.000 liter air disalurkan ke Dusun Deggedeg RT 05/RW 02, Desa Paras. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 57 kepala keluarga atau 155 jiwa.
BPBD juga mengirim 5.000 liter air ke Dusun Tanggulasih RT 02/RW 01, Desa Malasan Wetan, untuk memenuhi kebutuhan 42 KK atau 126 jiwa.
Selain permukiman warga, 5.000 liter air dikirim ke Puskesmas Tiris. Sementara 6.000 liter lainnya disiapkan untuk mendukung kegiatan Majelis Ta’lim dan Sholawat Al-Fadholi di Stadion Gelora Merdeka Kraksaan.
Distribusi dilanjutkan pada Minggu dengan total 24.000 liter air. Bantuan tersebut menyasar tiga titik permukiman.
Sebanyak 12.000 liter air dikirim ke Dusun Koncean RT 07/08 RW 03, Desa Jurangjero, Kecamatan Gading. Berdasarkan data BPBD, penerima bantuan mencapai 165 KK atau 452 jiwa.
Selanjutnya, 6.000 liter air disalurkan ke Dusun Tanggulasih RT 02/RW 01, Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan. Bantuan diperuntukkan bagi 27 KK atau 81 jiwa.
Sebanyak 6.000 liter lainnya diberikan kepada warga Dusun Paoan RT 01/RW 01, Desa Tegalsono, Kecamatan Tegalsiwalan. Wilayah tersebut dihuni 112 KK atau 336 jiwa.
“Penyaluran terus kami pantau,” kata Oemar.
Dengan demikian, berdasarkan laporan BPBD, total air yang didistribusikan selama dua hari mencapai 45.000 liter. Bantuan mencakup permukiman warga di Kecamatan Tegalsiwalan dan Gading, serta pasokan untuk Puskesmas Tiris dan kegiatan masyarakat di Kraksaan.
BPBD mengerahkan truk tangki berkapasitas 5.000 hingga 6.000 liter untuk mengangkut air. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) turut diterjunkan dalam proses distribusi.
Keterbatasan air bersih tersebut masih menjadi perhatian BPBD. Penyaluran air dilakukan sebagai langkah sementara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama pasokan dari sumber mata air dan jaringan PDAM belum kembali normal. (fat/saw)





















