Mau Naik Kelas, RSUD dr. Mochammad Saleh Masih Pusing Urusan Parkir dan Ruang Tunggu

10

Probolinggo (WartaBromo.com) – RSUD dr. Mochammad Saleh Kota Probolinggo, Jawa Timur, mulai berbenah untuk meningkatkan status akreditasi rumah sakit.

Namun, di tengah upaya mengejar predikat madya, sejumlah persoalan mendasar masih menjadi pekerjaan rumah, mulai dari keterbatasan area parkir hingga kenyamanan ruang tunggu pasien.

Rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut kini mempersiapkan diri menghadapi asesmen akreditasi untuk meningkatkan status layanan ke tingkat madya.

Direktur RSUD dr. Mochammad Saleh, Nurul Hidayati, menjelaskan bahwa dari total 24 layanan yang dimiliki, sebanyak 18 layanan telah mengantongi akreditasi madya.

Targetnya, 18 layanan itu bisa naik kelas ke tingkat utama. Sedangkan 6 layanan lainnya yang kini berada di strata dasar, ditargetkan bisa naik kelas ke tingkat madya.

Sistem akreditasi rumah sakit sendiri mengalami perubahan. Dari sebelumnya memakai tipe A, B, C, kini berubah menjadi sistem strata dasar, madya, utama dan paripurna, sebagai puncak tertinggi akreditasi rumah sakit.

Posisi RSUD dr Mochammad Saleh sendiri, kini masih madya. Melalui peningkatan mutu layanan, diharapkan bisa naik kelas menjadi utama.

Untuk mengevaluasi layanan yang belum mencapai target, pihak rumah sakit menggelar focus group discussion (FGD) bersama sejumlah elemen masyarakat.

“Guna mengejar sisanya, maka kami gelar focus group discussion (FGD), untuk mengetahui apa saja yang masih menjadi pekerjaan rumah kami,” ujar Nurul, Senin (12/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Edelweis pada Senin pagi tersebut melibatkan kelompok kesehatan masyarakat, perwakilan pemerintah kelurahan, pengurus RT/RW, hingga awak media.

Forum ini menjadi ruang untuk menyerap masukan sekaligus mengidentifikasi berbagai kekurangan yang masih perlu dibenahi. Secara umum, kualitas pelayanan dinilai sudah cukup baik. Meski demikian, persoalan fasilitas penunjang masih membutuhkan perhatian serius.

Salah satu sorotan utama adalah pengaturan parkir kendaraan dan ketersediaan ruang tunggu bagi pasien poliklinik.

Nurul mengatakan, pihak rumah sakit telah melakukan sejumlah langkah untuk mengatasi persoalan parkir, termasuk mengoptimalkan lahan di Jalan Kartini.

Namun, pengaturan parkir bagi pasien instalasi gawat darurat (IGD) dan poliklinik masih memerlukan solusi yang tepat.

“Masalah parkir itu sudah kami tangani, salah satunya dengan memaksimalkan lahan di Jalan Kartini. Namun, untuk pasien IGD atau poli, kami masih mengupayakan yang terbaik,” jelasnya.

Menurutnya, pemindahan seluruh kendaraan ke area parkir yang lebih jauh berpotensi menyulitkan pasien, terutama mereka yang membutuhkan akses cepat menuju ruang pelayanan.

Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah menjadikan area IGD dan poliklinik sebagai lokasi khusus untuk menurunkan pasien. Setelah itu, kendaraan diarahkan menuju tempat parkir yang telah disediakan.

Meski demikian, skema tersebut belum diputuskan karena masih membutuhkan kajian lebih lanjut bersama tim internal rumah sakit.

“Area IGD dan poli saat ini bisa menjadi lokasi drop-off pasien, kemudian kendaraan ditempatkan di area parkir. Hal ini masih kami kaji bersama tim kecil untuk menentukan solusi terbaik,” tegas Nurul.

Di luar persoalan fasilitas, RSUD dr. Mochammad Saleh menilai kualitas pelayanan medis yang diberikan sejauh ini sudah cukup memadai.

Sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Probolinggo, pihaknya juga terus berupaya meningkatkan kemudahan akses layanan bagi masyarakat.

Salah satu inovasi yang diterapkan adalah layanan Obama, yakni pengantaran obat langsung ke rumah pasien sehari setelah pemeriksaan.

Program ini diharapkan dapat memangkas antrean pengambilan obat sekaligus memberikan kemudahan bagi pasien.

Rumah sakit juga berupaya memperkuat keterlibatan masyarakat sekitar melalui koordinasi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kelurahan Sukabumi.

Melalui FGD tersebut, pihak rumah sakit berharap berbagai masukan dari masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan, termasuk menyelesaikan persoalan fasilitas yang selama ini dirasakan pasien dan pengunjung.

Sebagai rumah sakit yang telah berdiri hampir satu abad, bahkan sebelum Indonesia merdeka, RSUD dr. Mochammad Saleh memiliki perjalanan panjang dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

Kini, tantangannya bukan sekadar mempertahankan rekam jejak sejarah, melainkan memastikan peningkatan status akreditasi berjalan seiring dengan pembenahan fasilitas dan kenyamanan pasien. (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.