Kebakaran di Kawasan Bromo Probolinggo Belum Padam, Angin Kencang Persulit Pemadaman

14

Probolinggo (WartaBromo.com) – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, masih berlangsung hingga Sabtu pagi.

Angin kencang dan medan yang terjal menjadi kendala bagi petugas dalam memadamkan api di Pusung Lingker dan Gunung Ringgit.

Di Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, api kembali menyala setelah sempat dipadamkan pada Jumat (16/10/2026) pagi.

Sementara itu, kebakaran juga masih terpantau di kawasan Gunung Ringgit, Desa Ngadas, yang berbatasan dengan Desa Wonokerto.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarif mengatakan, angin kencang membuat upaya pemadaman menghadapi tantangan tersendiri.

Api yang sempat padam dapat kembali menyala ketika angin bertiup.

“Api di Pusung Lingker kembali menyala akibat angin kencang,” ujar Oemar.

Vegetasi di kawasan yang terbakar meliputi ilalang, kaliandra, rumput kering, akasia, dan cemara gunung. Kondisi tumbuhan yang mengering, terutama di hamparan padang rumput, meningkatkan potensi penjalaran api saat angin bertiup.

Selain faktor cuaca dan vegetasi, akses menuju titik kebakaran juga menyulitkan penanganan. Sejumlah lokasi berada di medan terjal sehingga tidak mudah dijangkau langsung oleh personel.

Menurut Oemar, kondisi tersebut membuat proses pemadaman dan pendinginan membutuhkan waktu lebih lama. Petugas harus mempertimbangkan akses serta keselamatan personel saat menjangkau titik api.

Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Probolinggo bersama personel TNI dari Koramil Sukapura dan kepolisian masih melakukan pemantauan serta upaya pemadaman di kedua lokasi.

Hingga Sabtu pagi, api dilaporkan belum sepenuhnya padam. Tim gabungan tetap bersiaga untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api dan mencegah kebakaran meluas ke area lain, termasuk kawasan permukiman.

Penanganan kebakaran masih menghadapi tantangan berupa angin kencang, vegetasi kering, dan medan yang sulit dijangkau.

Kondisi tersebut membuat pemantauan berkelanjutan diperlukan untuk mengetahui perkembangan api dan menentukan langkah penanganan berikutnya. (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.