Surabaya (WartaBromo.com) – Duka akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo belum berakhir. Suraji, pegawai Artotel yang menjadi korban kebakaran di Blok Pusung Lingker, Bukit Mentigen, meninggal dunia pada Jumat (23/10/2026).
Suraji sebelumnya menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Ia sempat menjalani prosedur cangkok kulit akibat luka bakar yang dideritanya. Namun, kondisi korban dilaporkan masih mengkhawatirkan meski telah menjalani operasi.
Kabar meninggalnya Suraji dibenarkan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief.
“Innalillahi wa Inna ilaihi rojiun. Telah meninggal dunia Bapak Suraji warga Desa Lumbang, salah satu korban kebakaran Bromo di RS. Dr. Soetomo hari ini,” tulis Oemar.
Sebelumnya, Suraji dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo bersama Munawi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Munawi lebih dahulu meninggal dunia pada Senin (19/10/2026), sehingga jumlah korban meninggal saat itu tercatat lima orang.
Dengan meninggalnya Suraji, seluruh korban dalam tragedi karhutla di Blok Pusung Lingker, Bukit Mentigen, dipastikan meninggal dunia. Total ada enam orang yang kehilangan nyawa dalam peristiwa tersebut.
Dari catatan sebelumnya, tiga korban dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara satu korban lainnya mengembuskan napas terakhir di RSUD Tongas pada Kamis (15/10/2026) malam. Dua korban yang dirawat di Surabaya kemudian menyusul meninggal dunia.
Para korban dilaporkan mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan sekitar 60 hingga 100 persen.
Meninggalnya Suraji menambah panjang daftar korban jiwa dalam kebakaran di kawasan Bromo tersebut. Tragedi ini menjadi catatan kelam penanganan karhutla di kawasan wisata yang menjadi salah satu ikon alam Jawa Timur itu. (lai/red)





















