Tinja dan Limbah Rumah Tangga Diolah untuk Mengairi Sawah

1082
IPAL yang dibangun IWINs Field dan beroperasi pada 21 Agutus 2015 ini bisa menampung limbah warga dua RT di Dusun Ngegot, Kelurahan Kebonagung. Limbah rumah tangga berupa air sisa mandi, cuci hingga tinja dari 100 Kepala Keluarga atau 200 jiwa diolah dan dimanfaatkan untuk irigasi. WARTABROMO/ MUhammad Bustomi

Purworejo (wartabromo) – Warga Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan mulai merasakan manfaat pembangunan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) di kelurahan mereka. Dengan IPAL tersebut, limbah air rumah tangga bahkan tinja bisa diolah dan dimanfaatkan untuk pengairan sawah.

IPAL yang dibangun IWINs Field dan beroperasi pada 21 Agutus 2015 ini bisa menampung limbah warga dua RT di Dusun Ngegot, Kelurahan Kebonagung. Limbah rumah tangga berupa air sisa mandi, cuci hingga tinja dari 100 Kepala Keluarga atau 200 jiwa diolah dan dimanfaatkan untuk irigasi.

“Setiap rumah warga ada dua saluran, nantinya jadi satu dengan pipa induk yang mengalir ke IPAL Komunal ini,” kata M. Rifa’i, Ketua JEMARIS, komunitas bimbingan IWINs Field, di lokasi IPAL Komunal Dusun Ngegot, Jum’at (4/12/15).

Dijelaskan Rifa’i, dua saluran di setiap rumah warga dibedakan berdasarkan jenis limbah, yaitu saluran greywater dan saluran blackwater. Dua saluran limbah tersebut menjadi satu dengan pipa induk yang mengalir ke “septic tank gede” atau IPAL Komunal yang di dalamnya terdapat tiga jenis bak untuk mengolah limbah yang ditampung, “yakni bak penghancur, pengendap dan penyaring limbah,” jelas Rifa’i.

Hasil olahan limbah yang keluar dari IPAL Komunal dimanfaatkan sebagai sumber pengairan untuk lahan persawahan warga. “IWINs Field juga rutin melakukan uji lab terkait kualitas kandungan air hasil olahan limbah,” imbuh pria berkumis tebal ini.

“Kedepan, rencananya hasil olahan limbah juga akan kita manfaatkan untuk UKM, misalnya budidaya ikan,” pungkasnya. (bus/fyd)