Program Bank Sampah di Pasrepan Disabotase, Dibakar Hingga Ganggu Warga

1905
Screenshot postingan Kang A'an Buronalas di grup FB WartaBromo.

Pasrepan (wartabromo.com) –Sabotase diungkap jadi alasan munculnya pembakaran sampah di Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan. Hal Itu disebut-sebut sebagai cara merusak program Bank Sampah yang baru dirintis di desa itu.

Tokoh muda Desa Pasrepan, Ahmad Widi menyesalkan peristiwa yang terjadi, hingga menyadari, bila saja terdapat pihak yang mengeluhkannya.

Menurutnya, sampah di tempat itu merupakan bagian upaya para muda untuk membangun dan menyatukan diri dalam program Bank Sampah. Tujuan awal ditegaskan juga mulia, karena untuk menambah nilai keekonomian dari sampah-sampah yang telah dipilih dan diolahnya.

“Sehingga nggak mungkin kami membakar sampah,” kata Widi, Minggu (9/9/2018).

Dijelaskan, program bank sampah kali ini masih dalam proses rintisan. Bahkan, usia program juga terbilang sangat muda, karena baru dimulai sejak dua pekan terakhir.

Namun demikian, Widi mengakui masih terdapat sebagian warga, terutama beberapa kelompok pemuda, menganggap program pemberdayaan yang dibangun dalam Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) itu tidak dapat dijalankan.

Anggapan itu oleh Widi disadari sebagai hal wajar, karena program ini masih coba dikembangkan, sehingga tidak bisa serta merta langsung dinilai gagal.

“Kami kan sudah memilah, mana sampah organik dan anorganik. Nah, untuk yang organik kan bisa dijadikan pupuk. Itu, kami masih menunggu mesinnya,” imbuhnya.

Iapun menyayangkan ada peristiwa pembakaran hingga ada keluhan asap yang dikatakan telah mengganggu kesehatan sejumlah warga.

Widi  meyakini, bila terdapat oknum tak bertanggung jawab, sengaja membakar sampah-sampah yang sebenarnya telah dipilah-pilah untuk kegiatan produktif.

“Saya tegaskan, pembakaran sampah ini adalah sabotase. Kami sudah memberi peringatan kepada yang bersangkutan. Jadi tidak benar ada bakar-bakar sampah,” tandasnya.

Diwartakan sebelumnya, asap pembakaran sampah di Desa Pohgedang, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan dikeluhkan, karena tidak mengindahkan kesehatan warga sekitar.

Keluhan itu, salah satunya terungkap dalam sebuah postingan di dinding grup Facebook WartaBromo pada 4 September 2018 kemarin, oleh akun bernama Kang A’an Buronalas. Ada 6 foto diupload dengan rangkaian kalimat yang menggambarkan keluhan, dari akun ini. (ono/ono)