Terlunta-lunta, Transmigran Probolinggo Dipulangkan

167

Probolinggo (wartabromo) – Miris nian nasib yang dialami oleh 15 Kepala keluarga transmigran asal Kabupaten Probolinggo. Mereka harus dipulangkan secara paksa oleh dinas terkait karena nasibnya justru terlunta-lunta di daerah transmigran yang menjadi daerah tujuannya.

Peristiwa tersebut terjadi menyusul ketidakpastian fasilitas yang dijanjikan kepada 15 kepala keluarga di daerah tujuannya yakni Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis Kepulauan Riau.

Para transmigran yang diberangkatkan oleh Dinas  Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Probolinggo sejak empat bulan lalu tersebut, tidak mendapatkan rumah, tanah pekarangan serta jatah hidup seperti yang  dijanjikan sebelumnya.

Menurut Ghozali salah seorang Transmigran asal Desa Liprak Kulon, Kecamatan Banyuanyar, setibanya di daerah tujuan, dirinya  justru diusir warga setempat dengan alasan pulau rupat yang memiliki luas daratan 1.524,85 Km dan berpenduduk 38.672 jiwa tersebut terlalu padat untuk menerima penduduk baru.

“Sudah tidak mendapat fasilitas seperti yang dijanjikan, saya justru diusir warga setempat,” ujar Ghozali sedih.

Derita di kampung orang juga dialami oleh Akbar warga asal Desa Pajarakan Kulon, Kecamatan Pajarakan. lelaki tersebut bahkan terpaksa harus rela mengemis di jalanan untuk bisa bertahan hidup selama empat bulan terakhir.

“Saya ini korban banjir dan ingin memperbaiki nasib ternyata mala harus mengemis di sana,”cerita Akbar pada wartawan.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kabupaten Probolinggo, Santiono mengaku, pihaknya tidak ada niatan untuk menelantarkan 15 kepala keluarga di daerah transmigran.

Mereka mengalami nasib yang sangat memilukan tersebut karena ketidakseriusan pihak Pemprov Riau dan Pemkab Bengkali untuk menampung para transmigran.

“Kami sudah koordinasi dengan kementrian tenaga kerja atas peristiwa ini. Karena tidak adan solusi, terpaksa kami pulangkan,” kata Santiono.

Meski telah terjadi kejadian memilukan seperti ini, namun pihaknya tetap menawarkan kepada warga untuk tetap mengikuti program transmigran selanjutnya, dengan persiapan dan segala sesuatunya yang lebih matang lagi. (sam/yog)