Meski Sewa, Buruh Tani Kota Akhirnya Garap Sawah

392
Akrab-Walikota Pasuruan, Hasani bersama sejumlah buruh tani saat peresmian pemberdayaan buruh tani di Kelurahan Purworejo Kota Pasuruan, Rabu (11//4/2012)

Pasuruan (wartabromo) – Lahan yang semakin sempit dan mahal mengakibatkan para petani di kawasan perkotaan seringkali kesulitan untuk membeli dan memilik lahannya sendiri. Mereka terpaksa bekerja sebagai buruh tani di kawasan perkotaan untuk sekedar bisa makan dan bertahan hidup.

Fenomena inilah yang kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Pasuruan untuk memberdayakan 15 hektar lahan produktif eks bengkok yang sudah diambil alih pemerintah guna disewakan kepada para buruh tani perkotaan.

Kepala Dinas pertanian, Kelautan, perikanan dan Peternakan, Suhari menjelaskan, lahan eks bengkok tersebut sebelumnya dikelola oleh para perangkat desa serta di garap oleh pihak ketiga namun setelah adanya pengangkatan pegawai negeri serta dikeluarkannya SK Walikota, eks bengkok tersebut dikembalikan kepada Pemerintah.

“Tahun ini, lahan yang disewakan seluas 15 hektar,” ujar Suhari saat mengikuti Peresemian Pemberdayaan Buruh Tani di Kelurahan Purworejo, Rabu (11/4/2012) kemarin.

Menurutnya, berdasarkan surat keputusan walikota, maka lahan-lahan eks bengkok tersebut selanjutnya disewakan kepada sekitar 280 kelompok tani di 27 kelurahan untuk dikelola sebagaimana mestinya.

Sayang, minimnya luasan lahan yang bisa disewakan serta banyaknya jumlah buruh tani di Kota Pasuruan membuat pihaknya kuwalahan untuk memenuhi permintaan sewa.

“Banyak sekali yang sudah minta sewa, namun kita masih belum bisa mengakomodir semuanya, “tambah Suhari.

Hingga tahun 2014, dipastikan lahan eks bengkok yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Pasuruan bisa mencapai 195 hektar. Hal ini diharapkan bisa memenuhi permintaan warga secara bertahap melalui proses verifikasi di masing-masing kelurahan.

“Kita juga akan mengajukan penambahan dana DAU melalui PK untuk memenuhi hal ini,” ungkapnya.

Sementara itu, ditemui secara terpisah, Walikota Pasuruan, Hasani yakin program pemberdayaan buruh tani melalui sistem sewa lahan tersebut akan memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan bagi para buruh tani perkotaan.

“Yang penting tetap sewa sesuai mekanisme perda,” ujar Walikota Pasuruan, Hasani. (yog/yog)