Wilayah Pasuruan Timur Rawan, Polisi Dikecam

393
Wadhul - Samsul Arifin, Salah seorang Warga asal Desa Plososari, Grati menyampaikan uneg-unegnya di Kantor Kecamatan Grati, Selasa (17/4/2012) . Tingginya angka kriminalitas sangat meresahkan warga akhir-akhir ini

Grati (wartabromo) –  Munculnya keresahan warga di wilayah Pasuruan timur terkait maraknya aksi kriminalitas yang selama sepekan terakhir terjadi, memaksa Bupati Pasuruan, Dade Angga, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Irsyad Yusuf dan juga Wakapolres Pasuruan, Kompol Wied Hardono terjun langsung untuk bertemu warga.

Dalam pertemuan tersebut warga menganggap, polisi terkesan lamban dalam memberantas  aksi kejahatan di wilayah tersebut yang hampir setiap hari terjadi selain juga mengkritisi Bupati dan DPRD terkait pembangunan wilyah timur yang jauh tertinggal.

Salah seorang warga mengatakan, para pelaku aksi kejahatan seperti perampas sepeda motor masih bebas berkeliaran, sementara hingga kini tidak ada tindakan tegas dari aparat kepolisian setempat.

“Saya ditodong oleh para pelaku dengan senpi. Motor saya dirampas dan dibakar, kenapa tidak ada tindakan,” ujar Sabnadi (33) warga Desa Sumberanyar Kecamatan Nguling saat digelar sesi dialog di Kantor Kecamatan Grati, Selasa (17/4/2012).

Sabnadi menjelaskan dirinya sudah pernah melaporkan kasus yang menimpanya tersebut kepada Polsek Grati dan menunjukkan nama-nama pelaku perampas motornya, namun tidak ada tindakan.

Hal senada juga disampaikan oleh Fitri Fatmawati (24) guru MTS di Grati, wanita tesebut mengatakan para pelaku kejahatan yang terjadi akhir-akhir ini tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa melainkan juga anak-anak usia belasan yang kerapkali mengancam korbannya dengan clurit.

“Saya kehilangan motor karena dirampas oleh anak-anak yang bawa celurit saat bersama kepala sekolah,” tutur Fitri.
lebih parah lagi, guru yang menjadi korban perampasan tersebut secara blak-blakan mengatakan justru dimintai sejumlah uang oleh oknum polisi saat melaporkan kejadian tersebut.

“Yang lebih tragis lagi, oknum polisi yang saya lapori justru minta uang, ” tambah wanita berjilbab tersebut yang didengarkan langsung oleh Wakapolres Pasuruan dan juga Kapolsek Grati.

Sementara itu, menanggapi kondisi tersebut, Wakapolres Pasuruan, Kompol Wied Hardono berjanji pihaknya akan segera melakukan langkah-langkah tegas termasuk menggelar operasi rutin di sejumlah wilayah rawan kriminalitas seperti  Gondangwetan, Pasrepan, Winongan, Grati, Lekok dan Nguling.