Siswa SMP Disabilitas, UN Diberlakukan Khusus

209
Pendamping - Cut Devi, Siswa SMPLBN Kota Pasuruan sedang didampingi dua orang guru pendamping saat mengikuti ujian nasional tingkat menengah pertama, Senin (23/4/2012).

Pasuruan (wartabromo) –  Berbeda dengan siswa pada umumnya, Siswa Sekolah Menengah Pertama Luar biasa negeri (SMPLBN) Kota pasuruan melaksanakan ujian nasional yang dimulai pada Senin (23/4/2012) hari ini, dengan mendapatkan perlakuan khusus yakni kehadiran dua orang pendamping dalam satu ruang kelas serta pengunaan huruf Braille selama ujian.

Seperti yang terlihat di salah satu ruang ujian SMPLBN Kota Pasuruan, Senin (23/3/2012). Tiga ruang kelas yang dijadikan ruang ujian 9 siswa, dua ruang diantaranya dihuni oleh seorang siswa disabilitas tuna daksa dan low vision sehingga harus didampingi oleh guru pendamping serta mengerjakan soal dengan naskah huruf Braille.

“Ada siswa yang low vision sehingga harus dibantu selama proses pengerjaaannya,” ujar Satiti, Wakil Kepala Sekolah SMPLBN Kota Pasuruan, Senin (23/4/2012).

Wanita tersebut menjelaskan, Siswa yang mengalami low vision tersebut belum bisa membaca huruf braille sehingga harus mendapatkan bantuan dari dua orang guru pendamping selama mengerjakan ujian yakni satu orang guru umum bertugas membantu mengisikan soal ujian, sementara satu orang guru pendamping lainnya membacakan soal dengan huruf Braille.

“Guru pendamping siswa tuna netra membantu membacakan soal dengan huruf Braille,” jelas Satiti saat ditemui wartawan di ruang guru.

Berdasarkan pengamatan wartabromo. Salah seorang siswa yang diketahui bernama Cut devi tersebut mengalami low visioan atau tidak bisa melihat jelas sehingga dirinya dibantu mengerjakan soal ujian nasional oleh seorang guru tuna netra yang cara membaca soalnya melalui naskah huruf Braille.

Keduanya saling berhadap-hadapan di satu meja. Cut Devi hanya tinggal mendengar dan menjawab setiap butir soal yang ditanyakan kemudian salah seorang guru pendamping lain yang duduknya berjauhan mengisikan setiap jawaban yang diucapkan oleh Devi.

“Alhamdulillah semuanya berjalan lancar mas,” ujar Satiti.

Selain Cut devi, satu ruang ujian lainnya juga ditempati oleh seorang siswa tuna daksa. Berbda dengan devi, siswa tersebut bisa dengan mudah mengerjakan soalnya dengan membaca sendiri huruf Braille.

Dari data yang dihimpun wartabromo, ujian nasioanl di SMPLBN Kota Pasuruan diikuti oleh 10 orang siswa, satu diantaranya mengikuti ujian nasional di rumahnya karena sakit akibat kecelakaan pada Minggu (22/4/2012) malam.