Kerap Disiksa Majikan, TKW asal Pasuruan Pulang Depresi

167
Depresi - Zulaikha (33) TKW yang bekerja di Malaysia tampak lelah dengan tatapan mata kosong saat tiba di rumahnya asal di Desa Jatirejo Kecamatan Lekok, Pasuruan, Rabu (2/5/2012)

Lekok (wartabromo) – Akibat mengalami depresi berat setelah mendapatkan penyiksaan dari majikannya. Seorang TKW asal Desa Jatirejo Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan akhirnya dipulangkan ke rumahnya, Rabu (2/5/2012).

Zulaikha (33) TKW yang bekerja di malaysia tersebut disambut isak tangis oleh keluarganya saat pihak kementerian sosial dengan difasilitasi Diskertransos Kabupaten Pasuruan mengantarkannya pulang ke rumahnya dalam keadaan depresi berat.

Wanita yang sebelumnya berangkat dalam keadaan sehat walafiat tersebut kini pulang kembali ke kampung halamannya dalam keadaan depresi berat setelah hampir selama 10 tahun bekerja di negeri jiran malaysia.

Salah seorang kakak Zulaikha, Muzakki (40) mengatakan saat berangkat menjadi TKW di Malaysia, adiknya dalam keadaan sehat. Namun, saat pulang kembali ia harus melihat keadaan kakaknya sungguh sangat memprihatinkan.

Ditambah, selama bekerja dirinya tak pernah mendapatkan gaji seperti yang  ia pernah impikan. Hal ini dibuktikan, dengan tidak pernah diterimanya uang kiriman oleh pihak keluarganya selama bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Serawak, Malaysia.

“Ia berangkat dalam keadaan sehat. Tapi memang tak pernah mengirim uang,” ujar Muzakki.

Tidak hanya gaji, Zulaiha juga kerapkali mendapatkan perlakuan kasar, kepalanya sering dipukuli oleh sang majikan. Bahkan, akibat perlakuan tersebut, wanita yang berstatus lajang tersebut sempat  melaporkan kejadian yang dialaminya ke pihak KBRI di Kuala Lumpur.

Karena mengalami depresi yang cukup berat, Ia pun akhirnya dipulangkan dan sempat direhabilitasi oleh pihak Kementrian sosial selama 2 bulan sebelum akhirnya diketahui identitasnya dan diserahkan pada pihak keluarga.

Menurut keterangan salah seorang petugas rehabilitasi disnakertransos, Tri Hadi Sulandjari, sebelum direhabilitasi ia tidak bisa diajak berbicara, namun sekarang sudah bisa berkomunikasi dan akhirnya di pulangkan. (jr/yog)