Sembunyi di Villa Naga Terbang, 47 Imigran Gelap Digrebek

312
Digrebek - Puluhan Imigran keluar dari villa naga terbang saat sejumlah petugas menggrebek kawasan tersebut, Selasa (12/6/2012).

Prigen (wartabromo) – Akibat dicurigai tidak dilengkapi identitas dan dokumen apapun, Puluhan Imigran gelap asal Timur Tengah yang sembunyi di villa Naga Terbang kawasan Tretes, Jalan Bromo Kelurahan Prigen, Kecamatan Prigen, Pasuruan langsung digrebek aparat kepolisian dari Polsek Prigen dan Polres Pasuruan, Selasa (12/6/2012) siang.

Para petugas yang sebelumnya mengepung kawasan villa tersebut langsung mencoba bertanya tentang kelengkapan surat dan dokumen yang dimiliki oleh para imigran tersebut. Namun, tanpa disangka, mereka justru berlarian dan kabur dari petugas dengan melompati pagar villa.

Bahkan beberapa diantaranya nekad mengancam petugas akan membanting anak balitanya jika hendak diamankan. Kontan, hal ini membuat sejumlah petugas serba salah untuk memperlakukan warga timur tengah yang dipastikan sebagai imigran gelap tersebut.

Menurut pengakuan penjaga villa, Anita, Imigran gelap asal Timur Tengah yang sebagian besar berasal dari Iran tersebut, datang sejak 3 hari lalu. Semula, mereka berjumlah sekitar 70 hingga 80 orang, namun kemudian terpaksa pindah lantaran terjadi pertengkaran antar sejumlah kelompok.

“Datang tiga hari lalu mas sekitar pukul 12 malam, namun sekarang tinggal 40-an karena harus dipisahkan,” ujar Anita dengan nada polos.

Penjaga vila tersebut mengaku, tidak menyangka jika para penghuni villa naga terbang tersebut dihuni oleh para imigran bermasalah. Pasalnya, kedatangan mereka sempat diantarkan oleh beberapa orang penerjemah asal Indonesia serta calo villa yang dikenalnya.

“Gak tahu mas, tapi mereka bayar DP villa hanya sebesar 1 juta rupiah,” tambahnya.

Sayang, meski sempat terjadi aksi saling kejar dengan petugas. Hanya, terdapat sekitar 18 orang Imigran yang berhasil diamankan, 3 diantaranya memiliki dokumen visa turis dan pasport yang masih berlaku.

“Kita masih berkoordinasi dengan Kantor Keimigrasian di malang, “ujar Kompol Jajak Herawan, Kabagops Polres Pasuruan, usai berhasil mengamankan 18 orang imgran.

Dari pantuan wartabromo di lapangan, meski sudah diamankan, namun ke -18 orang imigran tersebut tetap ngotot tidak mau dievakuasi petugas baik ke Mapolres maupun Kantor Keimigrasian. (yog/yog)