ProFauna: Pengawasan Perdagangan Satwa Liar Masih Lemah

224
Bujuk - Petugas membujuk orangutan jantan agar bisa disuntik bius, Selasa (10/7/2012). Foto: M Athuf.

Pasuruan (wartabromo) – Pengawasan terhadap peredaran dan perdagangan satwa liar dinilai masih sangat lemah. Sehingga masih banyak ditemui kepemilikan satwa liar di kalangan masyarakat.

Penyitaan sepasang orangutan milik H Sukamto, warga Jalan Ki Hajar Dewantara 14, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan yang dilakukan petugas dari Poda Jatim, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) serta aktivis ProFauna, Selasa (10/7/2012) siang merupakan bukti lemahnya pengawasan tersebut.

“Pengawasan terhadap perdagangan satwa liar masih sangat lemah, sehingga masih kita temui pemeliharaan seperti yang dilakukan penyitaan hati ini,” kata aktivis ProFauna Indonesia, Radius Nursidi.

Selain lemahnya pengawasan, penegakan hukum terhadap perdagangan dan kepemilikan satwa liar juga masih sangat kurang. Sehingga para pemilik maupun pelaku jual-beli satwa liar tidak jerah.

“Kami akan terus mendorong agar penegakan hukum ditingkatkan untuk menghentikan perdagangan satwa liar,” singkatnya. (fyd/fyd)