Sokhi, Anak Pengayuh Becak yang Mampu Menembus UI

307
Haru - Sokhi diantar ayahnya saat akan berangkat ke Jakarta. Foto: Gesang Arif Subagyo

Pasuruan (wartabromo) – Keterbatasan ekonomi tidak membuat M Sokhi (18), warga Kelurahan Bakalan Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan patah arang. Menjadi anak seorang pengayuh becak dan seorang tukang cuci baju melecut semangatnya untuk sukses.

Sokhi terus berusaha dengan belajar dan belajar demi mewujudkan mimpinya untuk bisa kuliah di perguruan tinggi favorit. Dan berhasil! Putra ketiga dari Markasan (55) seorang pengayuh becak dan Kasiati (50) tukang cuci baju ini mampu menembus Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur Undangan, program Bidik Misi tahun 2012.

Ia menjadi salah satu dari 500 calon mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia yang beruntung masuk UI melalui jalur undangan. Hal mana ia sudah bisa membuat orang tuanya bangga.

“Alhamdulillah, bisa diterima di UI,” kata Sokhi, Sabtu (28/7/2012).

Sejak kecil Sokhi hidup dalam kesederhanaan. Penghasilan orang tuanya tidak memungkinkan ia mendapat kelebihan materi. Namun itu tidak menghalanginya untuk berprestasi. Di setiap jenjang pendidikannya, ia menunjukan prestasi demi prestasi, mulai dari menjuarai perlombaan tingkat kecamatan sampai tingkat daerah.

Berbagai prestasi yang diraihya selama SD dan SMP mengantarkanya mendapatkan Schoolarship Certificate (beasiswa) untuk belajar di SMAN 10 Malang.

Di sekolah favorit itu ia mampu menjuarai berbagai lomba, diantaranya juara I Lomba Pidato UUD 1945 dan Tap MPR se-Kota Malang, juara I lomba karya tulis se-Jatim, juara III lomba pidato koperasi se-Jatim, Juara II Fun Video Challenge via youtube serta juara I Lomba pidato koperasi tingkat nasional. Hal mana itu yang membuatnya mampu menembus UI.

Kedua orang tua Sokhi tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya mengetahui putranya mendapat beasiswa di UI. “Semoga Sokhi berhasil dan sukses,” ujarnya Kasiati, ibu Sokhi tidak dapat membendung air mata kebahagiaannya. (fyd/fyd)