Coblosan Pilkada Terancam Digeser Gara-Gara Haul

226
Foto : Ilustrasi / wartabromo.com

Pasuruan (wartabromo) – Pilkada Kabupaten Pasuruan yang sedianya akan digelar pada 3 Maret 2013 mendatang tak akan sesuai dengan jadwal sebelumnya. Menyusul munculnya usulan dari sejumlah ulama dan tokoh agama di Kabupaten Pasuruan untuk melakukan perubahan jadwal Pemilihan Bupati dan wakil Bupati Pasuruan pada 2013 mendatang.

Alasannya, jadwal pelaksanaan pemungutan suara tersebut bertepatan dengan haul salah seorang ulama besar, Habib Ali Al Habsyi di Kota Solo, Jawa Tengah.

“Hampir sekitar 70 ribuan warga di kabupaten Pasuruan secara rutin mengikuti kegiatan tersebut. Artinya, biar mereka tidak merasa ditinggal dan kehilangan hak pilihnya, Kita usul jadwal pemungutan suara nanti digeser,” ujar, Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Shonhaji Abdushomad pada wartabromo.com

Menurutnya, tradisi menghadiri haul akbar yang dilakukan oleh ribuan warga Pasuruan ke solo, Jawa Tengah sudah berlangsung dari tahun ke tahun. Karenanya, sejumlah kyai akhirnya mengeluarkan usulan pengeseran jadwal pemungutan suara Pilkada Kabupaten Pasuruan.

“Kemarin itu, kita usul dimajukan atau diundur, yang penting tidak bertepatan,” lanjut Gus Shon menegaskan.

Usulan sejumlah Kyai dan Ulama Kabupaten Pasuruan tersebut telah disampaikan kepada  KPUD agar bisa menjadi pertimbangan. Pasalnya, banyak diantara warga yang sudah mempersiapkan diri dengan cara menabung dan menyisihkan penghasilannya untuk bisa hadir dalam acara haul tersebut setiap tahunnya.

Menanggapi usulan tersebut, Ketua KPUD Kabupaten Pasuruan, Zainal Abidin saat dikonfirmasi wartabromo membenarkan, jika pihaknya telah menerima masukan dari sejumlah ulama untuk melakukan pergeseran jadwal Pilkada. Kendati demikian, pihaknya masih akan melakukan kajian dan pembahasan lebih lanjut.

“Kita telah menerima usulan tersebut, tapi masih perlu kita bahas bersama,” kata Zainal Abidin.

Pihaknya mengaku, pergeseran jadwal Pilkada tersebut bisa saja dilakukan namun setidaknya ada bahan pertimbangan dan perlu kajian dengan banyak pihak. (fyd/yog)