Hari Jadi Kabupaten Pasuruan Ke-1083 Tak Meriah

227
Tak Meriah - Suasana sisi kanan Panggung utama Hari jadi Kabupaten Pasuruan ke-1083, Selasa (18/9/2012)

Bangil (wartabromo) – Peringatan hari Jadi Kabupaten Pasuruan yang diperingati untuk kedua kalinya oleh masyarakat Kabupaten Pasuruan kini tak lagi meriah. Ribuan warga yang tahun lalu memadati setiap sudut jalan menuju Taman Candra Wilwatikta saat arak-arakan prasasti Cungkrang kini tak lagi terlihat.

Tahun ini, Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan yang dipusatkan di alun-alun Bangil tampak sangat sederhana dan tak menarik minat ribuan warga seperti tahun lalu untuk hadir dan menyaksikannya.

Selain itu, pelaksanaannya yang sempat molor dan tak sesuai jadwal membuat sejumlah undangan kesal dan pulang sebelum acara usai.

Molor mas, kesel ngenteni,” ujar salah seorang ibu dari Kelurahan Bangil pada wartabromo.com.

Wanita yang sempat mengajak anaknya tersebut mengaku kecewa dengan panitia pelaksanaan yang terkesan mengulur waktu untuk memulai acara. Padahal, dirinya sudah datang sejak pukul 11.00 Wib sesuai dengan jadwal undangan panitia. Namun, acara baru dimulai sekitar pukul 15.00 Wib.

Tak cuma itu, Puluhan siswa SD pun tampak kleleran di pinggir jalan menuju Alun-alun Bangil dari siang hingga sore hanya untuk menunggu iring-iringan Prasasti Cungkrang lewat dan melambaikan tangannya.

Selain molor, peringatan hari jadi Kabupaten Pasuruan yang ke-1083 dan diperingati untuk kedua kalinya tersebut juga tak memiliki daya tarik sama sekali. Hal ini terbukti dari minimnya baliho maupun spanduk ucapan yang ada di sekitar lokasi panggung utama.

Berdasarkan pantauan wartabromo di lokasi, terlihat hanya ada 3 baliho ucapan yang dipasang di pintu masuk oleh panitia yakni BPR Jatim, Bank jatim dan dari Kapusdik Brimob Watu Kosek. Sementara di sisi kanan Panggung utama hanya terlihat foto Bupati Pasuruan beserta istri tanpa di dampingi Wakil Bupatinya.

Walaupun dengan konsep dan tampilan acara yang berbeda dari tahun lalu, namun Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan kali ini sangat terlihat sederhana. Karnaval Kesenian yang ditampilkan pun hampir bisa dihitung dengan jari seperti Seni kuda Lumping , Ondel-ondel Modern dan juga Marching Band. Mirisnya, tak ada satu pun kesenian yang memiliki ciri khas Pasuruan.

Dalam Puncak prosesi hari Jadi Kabupaten Pasuruan sendiri, Bupati Dade Angga (adipati) beserta istri duduk di singgasana kehormatan dengan didampingi sejumlah pejabat daerah lainnya di sisi kanan kirinya. Keduanya yang berpakaian adat tersebut kemudian menerima lontar dan Prasasti cungkrang yang diserahkan langsung oleh Sekda Agus Setiadji ( selaku patih ) didampingi Asisten I Suharto. (yog/yog)