Nyamar Anggota TNI Lalu Beli Traktor dengan Uang Mainan

362

Sukorejo (wartabromo) – Demi memuluskan aksi penipuannya, Iwan Supriyadi (43), warga Desa Ranggeh, Gondangwetan, menyamar sebagai anggota TNI yang berdinas di Koramil Nguling. Ia pun dengan mudah mengelabuhi dua petani di Desa Dukuhsari, Sukorejo dan membeli lima mesin bajak sawah (traktor) milik korban dengan uang mainan anak-anak.

Akibat perbuatannya, pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini dibekuk polisi setelah korbannya melapor. “Mendapat laporan korban, anggota langsung bergerak melakukan penyelidikan dan berhasil membekuk pelaku dan penadah,” kata Kanit Reskrim I, Ipda Nanang Sugiono saat mendamping Kasat Reskrim, AKP Supriyono, Kamis (29/11/2012).

Nanang menjelaskan, aksi pelaku diawali dengan mendatangi petani di Desa Dukuhsari. Berpura-pura sebagai Koramil Nguling, dua petani yakni Sutaji (46) dan Sholeh (40) berhasil diperdaya. Ia membeli lima mesin bajak sawah dari korban dengan alasan untuk keperluan Praktek Kerja Lapangan (PPL) mahasiswa di wilayahnya.

Sebenarnya harga traktor berkisar Rp 8 juta per unit, namun karena korban percaya bahwa pelaku merupakan anggota Koramil Nguling, mereka pun bersedia dibayar dengan uang muka sebesar Rp 600 ribu.

Namun, beberapa saat setelah pelaku membawa lima traktor miliknya, kedua korban baru menyadari telah ditipu. Uang yang diberikan pelaku ternyata bukan uang sungguhan, melainkan uang mainan anak-anak.

“Ternyata dibayar dengan uang palsu. Dan mereka melapor ke polisi,” jelas Nanang.

Pelaku mengakui setelah berhasil membawa 5 traktor milik korban, ia langsung menjualnya ke penadah bernama Asir, di Desa Ngempit, Kecamatan Kraton. Asir sendiri juga sudah diamankan polisi.

“Iya langsung saya jual,” kata Iwan di Ruang Unit Reskrim I, Polres Pasuruan.

Usut punya usut, ternyata bukan hanya sekali ini pelaku melakukan penipuan pada para petani. Sebelum aksi terakhir, pelaku sudah enam kali melakukan aksi serupa dengan modus yang sama. (fyd/fyd)