Dana Pilkada Tak Kunjung Turun, Elit Politik Tak Peka

212

Bangil (wartabromo) – Belum turunnya dana pengamanan Pilkada 2013 membuat Kapolres Pasuruan terus meradang. Orang nomer satu di lingkungan Mapolres Pasuruan tersebut menyebut molornya pengesahan dana APBD 2013 yang berlarut-larut menunjukkan jika kinerja para elit politik di Kabupaten Pasuruan kurang peka terhadap proses demokrasi yang semestinya dilaksanakan sebaik-baiknya melalui PIlkada Kabupaten Pasuruan.

“Elit Politik kita kurang memiliki kepekaan. Kita sudah sangat membutuhkan dana pengamanan tersebut,” ujar Kapolres Pasuruan, AKBP Ricky Purnama pada wartawan, selasa (5/2/2013).

Menurutnya, suksesnya proses pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan saat ini tidak terlepas dari peran serta Polisi untuk ikut memberikan pengamanan sebaik-baiknya selama proses pilkada berlangsung. Namun, jika tidak ada perhatian dan kepekaan elit politik baik di le legislatif maupun eksekutif tentunya hal tersebut menjadi kendala yang cukup berarti.

“Masa kita harus terus menggunakan dana talangan alias hutang. Kita sudah keluar ratusan juta untuk semua tahapan ini,” tambahnya.

Terkait molornya dana pengamanan tersebut, Kapolres mengatakan jika Kapolda Jatim juga telah mengusulkan untuk menggunakan dana kontijensi jika kebutuhan sudah sangat mendesak. Namun, pihaknya tetap diminta untuk bersabar dan menunggu turunnya dana pengamanan melalui APBD 2013 tersebut.

“Kapolda sudah memberikan sinyal untuk dana kontijensi. Tapi yo kok nemen tenan, elit politik kok tidak ada kepekaan,” lanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dana pengamanan Pilkada 2013 yang diajukan oleh Polres Pasuruan untuk dua putaran melalui APBD 2013 mencapai Rp 2,6 Miliar. Namun, lantaran APBD tak kunjung disahkan, saat ini Polres terpaksa berhutang kepada pihak ketiga dan Primkopal Polres Pasuruan guna menutupi biaya pengamanan . (yog/yog)