Suropati Community Siap Kawal Demokrasi di Pasuruan

255

Pandaan (wartabromo) – Sekolah Demokrasi yang diselenggarakan oleh Averoes Community dan didukung Komunitas Indonesia Untuk Demokrasi (KID) di Kabupaten Pasuruan akhirnya berhasil meluluskan 35 peserta didiknya untuk tahun 2012.

Para alumni Sekolah Demokrasi yang telah menjalani pembelajaran selama satu tahun melalui kegiatan in class dan out class tersebut secara resmi me-launching organisasi alumninya dengan nama suropati community di rumah makan karangjati, Kamis (7/2/2013).

Koordinator Presidium Suropati Community, Jauharul Lutfi mengatakan, meski baru dibentuk sebagai organisasi alumni namun pihaknya berharap Suropati Community mampu memberikan kontribusi berharga bagi perkembangan iklim demokrasi di Kabupaten Pasuruan.

“Kita sering melakukan diskusi publik di radio dan sambutannya luar biasa, ” ujarnya bangga saat menyampaikan pemaparannya.

Jauharul Lutfi mengatakan hingga saat ini perkembangan informasi yang cukup pesat melalui berbagai media baik cetak, elektronik maupun online telah banyak memberikan kontribusi bagi iklim demokrasi di daerah, termasuk keberadaan Lembaga swadaya masyarakat atau NGO yang jumlahnya cukup banyak di Kabupaten Pasuruan. Namun demikian, menurutnya, besarnya kuantitas tersebut belum sepenuhnya dibarengi pula dengan penguatan kualitas.

Sebagai catatan, Peserta Sekolah Demokrasi Pasuruan direkrut dari empat pilar demokrasi yakni orang-orang yang berkecimpung di institusi pemerintahan, partai politik, komunitas bisnis dan masyarakat sipil. Mereka mendapatkan materi kuliah dari dosen-dosen ternama seperti Kresnayana yahya, Daniel Sparingga, Ratih Hardjono dan lain-lain selama kurun waktu satu tahun dengan kegiatan in class dan out class. Sejumlah materi yang didapatkan antara lain : Character and Community Building, teknik jurnalisme warga dan multukultarisme.

Sebagai wujud awal kepedulian terhadap demokrasi di Pasuruan, Kegiatan launching Suropati Community juga dibarengi dengan seminar lokakarya bertema “Refleksi Gerakan Pro- Demokarsi Pasuruan”. Namun sangat disayangkan, sejumlah pembicara utama yang diundang berhalangan hadir seperti Ketua KPU Jatim, Andry Dewanto Achmad dan Ketua Panwaslu Kabupaten Pasuruan, Suryono Pane. (yog/yog)