Mata Air Gunung Arjuna Menyusut, Kepedulian Perusahaan Diharapkan

741
Foto: dok. wartabromo.com
Foto: dok. wartabromo.com

Prigen (wartabromo) – Mata air di kawasan Gunung Arjuna – Welirang terus menyusut akibat seringnya terjadi kebakaran hutan. Para pemangku hutan berharap semua pihak terutama perusahaan yang memanfaatkan sumber daya air untuk lebih punya kepedulian pada kelestarian hutan.

Saat ini hanya terdapat 11 mata air di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) R Soejo dan Perhutani bagian Pasuruan. Dari jumlah itu, hanya 5 mata air yang memiliki debit besar. Kebakaran hutan yang terjadi setiap tahun dan melalap pohon-pohon hingga ribuan hektar menjadi faktor menyusutnya mata air yang sebelumnya mencapai 41 sumber.

“Lima mata air itu (yang memiliki debit air besar) diantaranya mata air Gumandar di ketinggian 1.800 mdpl, mata air  Kuning di ketinggian 2.000 mdpl serta mata air  Kokopan, Precet dan Alap-alap di ketinggian 1.500 mdpl,” kata Sekretaris Paguyuban Kelompok Tani Tahura (PKTT) Kabupaten Pasuruan, M Dardiri, Selasa (2/7/2013).

Baca Juga :   Ganti Rugi Tol Dinilai Tak Adil, Warga Kota Pasuruan Pasang Banner

Matai air ini memenuhi kebutuhan masyarakat di 3 kecamatan, yakni Prigen, Sukorejo dan Purwodadi serta puluhan perusahaan. Dikhawatirkan mata air akan terus menyusut jika tidak ada upaya konkrit semua pihak.

Menurut Dardiri, luas areal hutan di kawasan Gunung Arjuno-Ringgit-Welirang, di wilayah Kabupaten Pasuruan, sekitar 12.000 hektar. 1.500 hektar diantaranya habis saat kebakaran pada 2012 lalu. Dari 1.500 hektar yang terbakar tersebut, baru 300 hektar yang direhabilitasi.

“Yang menanam warga dan petani di sekitar lokasi penyanggah hutan bersama Tahura. Sisa lahan yang belum tertanami masih kami usahakan secepatnya. Sehingga debit air tidak semakin berkurang,” ujar warga Jatiarjo yang akrab dipanggil Jodi ini.

Baca Juga :   Video Bupati Pasuruan Mengalami Cidera Bahu Kiri Saat Bermain Bola

Dalam upaya rehabilitasi hutan Gunung Arjuno tersebut, PKTT akan mendekati perusahaan dan perhotelan di kawasan Prigen yang selama ini memanfaatkan mata air tersebut. Menurutnya, sejumlah perusahaan diantaranya Taman Safari Indonesia (TSI), Kaliandra, Hotel Surya, Tretes Raya, Inna Bath, Tretes View dan lainnya mengambil air melalui jaringan pipa langsung ke mata air.

“Semua hotel, villa dan tempat hiburan serta rekreasi di kawasan Arjuno, mengambil air dari sumber tersebut. Mereka memasang pipa sendiri dari mata air itu untuk disalurkan ke tempatnya. Makanya mereka akan kami ajak untuk rehabilitasi hutan,” imbuhnya.

Ditegaskannya, selama ini perusahaan tersebut tidak menunjukan itikad baik untuk bertangungjawab pada kelestarian hutan kawasan Gunung Arjuna. “Jangankan upaya konservasi, membantu dalam upaya pemadaman kebakaran saja tidak mereka lakukan,” pungkasnya. (fyd/fyd)