Ketua Nasdem Gantikan Posisinya di DPRD, Ketua Golkar Tak Hadir

565
nasdem pasuruan
Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf mengucapkan selamat atas dilantiknya Joko Cahyono sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan periode 2014-2019 / yogi / wartabromo.com

Pasuruan (wartabromo) – Ketua DPD Partai Golongan Karya yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan periode 2009-2013, Udik Djanuantoro tak terlihat hadir dalam sidang paripurna istimewa pengambilan sumpah pimpinan DPRD Kabupaten Pasuruan, Jum’at (10/10/2014).

Dalam rapat paripurna istimewa pelantikan dan pengambilan sumpah pimpinan DPRD Kabupaten Pasuruan tersebut, posisi Udik Djanuantoro yang sebelumnya menjadi Wakil Ketua DPRD kini digantikan oleh Joko Cahyono asal Partai Nasdem Kabupaten Pasuruan.

Kondisi ini terjadi lantaran Partai Golongan Karya dalam Pemilu legislatif lalu hanya memperoleh 5 kursi di DPRD sehingga harus rela kehilangan kursi wakil ketua. Tak hanya Golkar, Demokrat pun mengalami nasib serupa. Posisi Wakil Ketua yang dulu diduduki oleh Evi Zainal kini ditempati oleh Partai Gerindra dan ditempati oleh kader Gerindra, Dedi Sumanto. Evi Zainal berhasil terpilih sebagai anggota DPR RI melalui Dapil II Pasuruan-Probolinggo.

Udik Djanuantoro dan Joko Cahyono merupakan dua orang politisi ‘kawak’ yang memiliki rekam jejak unik lantaran pernah bersatu dalam perebutan kursi Bupati Pasuruan 2013 lalu. Udik Djanuantoro maju sebagai calon Bupati sementara Joko Cahyono sebagai Calon wakilnya. Kala itu, keduanya sama-sama menjadi anggota DPRD Kabupaten Pasuruan.

Paska kekalahannya dalam Pilkada, perjalanan karier politik Joko Cahyono pun berubah. Perseteruan politisnya dengan Ketua DPC PKB, Irsyad Yusuf membuat Joko memilih untuk meloncat ke Partai Nasdem dan memperoleh posisi jabatan sebagai Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Pasuruan.

Dibawah nahkodahnya, Partai Nasdem akhirnya berhasil mendapatkan suara sebanyak 89.670 dan meraih 6 kursi DPRD sehingga mampu merebut kursi Wakil Ketua yang sebelumnya di duduki oleh Udik Djanuantoro, pasangannya dalam Pilkada.

“Kita akan segera melakukan penataan internal dewan, termasuk kaitannya dengan penyelesaikan tatib maupun kode etik setelah itu baru kita bicara alat kelengkapan dewan. The right man on the right place,” ujar Joko Cahyono dengan nada gembira saat ditemui setelah pelantikan. (yog/yog)