Rembulan di atas Makam Untung Surapati

1672

Sama seperti Untung Surapati. Dia pelarian dari rumah penjara di Bali. Sogol ikut dalam episode kabur menyeberangi selat bali, ramai-ramai bersama orang sepenjara. Lari dari kejaran Belanda bersama Untung Surapati dan Yohana menuju arah barat. Setelah melewati Alas Kemitir, kemudian terus hingga sampai di Pasuruan.

Saat di Pasuruan, Untung Surapati dan gerombolan buron Belanda bertemu Sayid Sulaiman di sebuah pesantren yang waktu itu berlokasi di Desa Rembang. Pada pertemuan pertama itu, Sayid Sulaiman sudah menasehati Untung Surapati agar Yohana dikembalikan saja pada keluarganya. Tidak mungkin dapat bersatu menjadi sepasang kekasih yang uhrawi. Ayah Yohana adalah orang Belanda. Selain menjajah negeri ini orang Belanda rasial sedang Untung Surapati dari ras lain.

“Tidaklah mungkin, sebaiknya kau sudahi saja kisah cintamu ini. Daripada kau diludahi demi cintamu.Ini kau kuhadiahi tasbeh kaoka,” kata Sayyid.

Sayid Sulaiman mengkalungkan tasbeh ke leher Untung Surapati yang dia keluarkan dari baju surjannya. Mata biru kecoklatan serta berambut pirang. Rambut yang di biarkan terurai nampak kian membuat cantik Yohana, yang  duduk disamping Untung Surapati. Sesekali Yohana melirik kearah kekasihnya. Ia begitu cinta kepada Untung Surapati.

Yohana teringat saat pertama kali jatuh cinta pada Untung Surapati. Untung Surapati membelah uang koin menjadi dua. Satu dikalungkan ke leher Yohana satu lagi dipakai kalung oleh Untung Surapati sendiri.

Sogol hanya terbengong menyaksikan Sayid Sulaiman menghadiahi Untung Surapati. Dalam hati, Sogol juga ingin mendapatkan sesuatu dari sayid Sulaiman. Namun mulut serasa terkunci. Masak baru kenal telah minta ini itu. Dipinarak-kan kerumahnya aja sudah luar biasa. Dalam heningnya, Sogol tiba-tiba kaget.  Sayid Sulaiman tiba-tiba berkata kepada Sogol,” Sebaiknya kau tidak turut serta. Bagimu sangat bahaya,” Ucap Sayid Sulaiman.untung surapati

Sogol pun membatu dan tak mampu berucap sepatah katapun.

Sepulang dari rumah Sayid Sulaiman tepatnya di Desa Keraton. Sogol memaksa mau ikut mengawal Untung Surapati. Tetapi Untung melarangnya. Sogol dipaksa untuk meninggalkan Untung Surapati beserta rombongannya menuju ke arah selatan melintasi Desa Gentong lalu ke arah Kebonagung. Terus kes elatan menuju Kejayan lalu ke Tosari.

Untung Surapati beserta rombongannya lalu sampai di Jembatan di timur Pasar Kota Pasuruan. Pasukan Belanda telah mempersiapkan drama penyergapan dirinya. Mereka hendak menghabisi dan membawa serta kepala Untung Surapati. Sebagai bukti bila telah sukses menangkap penculik Yohana. Sekenario penyergapan di jembatan itu tak terbaca oleh Untung Surapati sedikit pun.

Pasukan Belanda menuggu dan mengintai. Bersembunyi di gereja timur jembatan. Begitu nampak rombongan Untung Surapati dari kejauhan. Komandan pasukan Belanda memberikan aba-aba persiapan. Yohana nampak dibonceng dengan kuda yang ditunggangi Untung Surapati. Yohana memeluk erat kekasihnya seakan tak mau berpisah. Hanya keadaan yang menjadikan Yohana menerima kenyataan. Terlebih setelah mendapat nasehat dari Sayid Sulaiman.

Dengan komando serbu. Pasukan Belanda akhirnya menyerang rombongan Untung Surapati. Seluruh prajurit untung suropati tewas terkena timah panas pasukan VOC. Hanya tinggal Yohana yang sengaja dibiarkan hidup serta Untung Surapati yang lolos menceburkan diri ke dalam sungai.

Selama tiga hari tiga malam sungai itu dijaga ketat. Tak ada tanda bila sosok Untung Surapati bersembunyi. Sungai disusuri berkali kali. Tidak hanya siang, malam pun juga disusuri tepiannya. Kosong, tak ada tanda Untung Surapati bersembunyi disemak sepanjang sungai itu.

Padahal Untung Surapati bersembunyi dibalik rumput kriting dan kangkung yang tumbuh subur di tepi sungai. Dibawah rindang barongan Untung Surapati merakit harapan. Harapan bisa lolos dari kepungan Belanda.  Maka pada hari ketiga saat penjagaan mulai agak surut. Untung Surapati mencoba bergerak dari aliran Kali Gembong itu.

Kali Gembong….

Tersiarlah kabar bila buron kelas kakap telah lolos. Belanda pun berang, mereka memasang pamflet di sudut sudut jalan di Kota Pasuruan. Pengumuman tidak hentinya disampaikan, penabuh gong berkeliling mengkabarkan buron bernama Untung Suropati sedang dicari.

Barang siapa menyerahkan baik mati atau hidup akan dapat hadiah seratus gulden. Jumlah yang fantastis karena penangkapnya bisa mandi uang.