Perbaiki Jaringan Irigasi, 22 Kecamatan di Pasuruan Dikucuri Rp 2,5 Miliar

267

irigasi-pasuruanPasuruan (wartabromo) – Kementerian Pertanian RI menggelontorkan bantuan dana sebesar Rp 2,5 Milliar untuk perbaikan jaringan irigasi di Kabupaten Pasuruan.

Besaran bantuan yang mencapai angka miliaran tersebut diperuntukkan bagi para petani yang tersebar di 22 kecamatan penghasil padi.
Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan, Ichwan mengatakan, dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Pasuruan, hanya Kecamatan Tutur dan Tosari saja yang tidak menerima bantuan, lantaran bukan merupakan daerah sentra padi.

“Pemerintah pusat sudah menentukan untuk memberikan bantuan bagi daerah yang jaringan irigasinya sudah optimal dan masyarakat siap untuk melaksanakannya,” kata Ichwan.

Menurutnya, dari 22 kecamatan penerima bantuan, total terdapat 46 lokasi yang menjadi sasaran program, baik pembuatan jaringan irigasi baru maupun perbaikan jaringan irigasi yang mengalami kerusakan. Rata-rata menerima bantuan antara Rp 40-Rp 50 juta.

“Ada beberapa wilayah yang jaringan irigasinya rusak, sehingga tidak dapat menyalurkan air dengan baik. Ada juga yang boros air, sehingga perlu untuk dibenahi. Paling tinggi ada yang menerima Rp 80 juta, dan paling rendah Rp 20 jutaan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Ichwan menambahkan, bantuan dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) Tahun 2015 tersebut sudah cair dan telah diterima oleh petani sejak Kamis (12/3/2015) lalu. Selama pencairan berlangsung, para petani mendapat pengawasan super ketat dari TNI, Kepala Desa maupun Aparat Satpol PP Kabupaten Pasuruan.

“Seluruh Babinsa akan mengawal ketat jalannya pencairan sampai dengan program perbaikan dan pembuatan jaringan irigasi itu sendiri,” singkatnya.

Selain dikawal ketat oleh TNI dan aparat yang lain, bantuan pusat tersebut juga ditunjukkan secara tranparan di hadapan petani maupun masyarakat umum. Bahkan, Ichwan menegaskan bahwasanya jikalau diperlukan, realisasi anggaran bisa ditempel di Papan Pengumuman yang ada di Balai Desa ataupun kantor kecamatan.

“Tidak ada yang ditutup-tutupi. Sekali lagi saya tekankan kepda semua petani untuk jangan sekali-kali bermain dalam program pemerintah pusat ini. Nanti resikonya akan ditanggung sendiri,” jelas pria yang sudah 16 tahun menjabat sebagai Kepala Disperta Kabupaten Pasuruan itu.

Sementara itu, selain dari APBN, Pemerintah Kabupaten Pasuruan juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 5,02 Milliar yang berasal dari DAK (Dana Alokasi Khusus) tahun ini. Anggaran tersebut menurut Ichwan akan diperuntukkan untuk pembuatan sumur bor dan rumah pompa di 36 titik pada 22 kecamatan minus Tutur dan Tosari.

“Dengan banyaknya bantuan irigasi ini, maka target kita adalah meningkatkan produktifitas padi di Kabupaten Pasuruan. Tahun ini kita naikkan 10% dari total beras yang berhasil kita produksi tahun lalu yakni 661.000 ton,” terangnya. (eml/yog)