Keluhan Pedagang Pasca Pembongkaran: Langganan Kabur Hingga Sewa Lokasi Mahal

874
Foto: Suasana Jalan Raya Warungdowo pasca pembongkaran lapak pedagang.

Warungdowo (wartabromo) – Kawasan Jalan Raya Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek merupakan salah satu titik penertiban lapak pedagang. Kawasan ini sudah bersih dan lapang.

Sebelum pembongkaran sepanjang badan jalan, terutama di depan SPBU Warungdowo, penuh sesak dengan bangunan pedagang. Di lokasi ini terdapat warung makan, pedagang buah hingga bengkel. Praktis badan jalan tinggal semeter.

Keberadaan bangunan ini sangat mengganggu pengendara karena jalan tersebut merupakan jalur padat yang menghubungkan Malang-Probolinggo. Apalagi, beberapa meter di sebelah utara terdapat pasar.

wartabromo.com yang sering melintasi jalan tersebut juga merasakan sangat terganggu dengan keberadaan bangunan-bangunan semi permanen tersebut. Para pedagang di lokasi ini rata-rata memiliki banyak langganan sehingga selalu ramai.

Meski pasrah dengan pembongkaran, para pedagang di lokasi ini mengeluhkan nasib usaha mereka pasca penertiban. Salah seorang pemilik warung makan mengungkapkan keberatan dengan pembongkaran tersebut. Perempuan asal Jember yang biasa disapa Mak Ti ini mengatakan ia sudah belasan tahun berdagang di lokasi itu dan sudah memiliki banyak langganan.

“Mau gimana lagi, ya nggak bisa melawan,” kata Mak Ti, saat berbincang dengan wartabromo.com, Rabu (2/9/2015).

Setelah pembongkaran, ia berencana pindah ke sebuah ruko di kawasan Pleret. “Masih cari-cari tempat. Ada lokasi cocok di Pleret, tapi harganya Rp 15 juta per tahun,” ungkapnya.

Jika selama ini ia tidak mengeluarkan uang untuk membayar sewa lokasi, setelah ini harus memeras otak untuk menyisihkan penghasilan.

Meski keberatan dengan uang sewa, yang paling dia kuatirkan sebenarnya bukan soal uang sewa tapi para langganannya. Menurut dia, pindah tempat sangat berisiko, antara semakin laris atau malah sepi.

“Banyak yang nggak tahu pindah kemana, harus diberi tahu lagi. Padahal langganan saya bukan hanya orang sekitar sini tapi wilayah lain,” ujar Mak Ti.

Senada, seorang pedagang buah yang juga digusur mengakatan, kepindahan tempat dagangan sangat ia takutkan karena bisa-bisa langganannya kabur.

“Saya kuatir dagangan sepi di tempat baru,” ujar perempuan berjilbab yang enggan menyebutkan nama saat membersihkan sisa-sisa material bangunan.

Pihak Sat Pol PP sendiri mengaku sudah melakukan sosialisasi sejak jauh-jauh hari. Sehingga jika ada pedagang yang tidak mau pindah akan dibongkar paksa.

“Sosialisasi sudah kita lakukan jauh-jauh hari. Mereka harus terima karena melanggar,” kata Kasi Operasi Sat Pol PP Kabupaten Pasuruan, Ajar Dolar. (fyd/fyd)