Kisah Reynaldi, Remaja Sukses Berbisnis Klepon Buah (1)

4522
Aneka klepon buah kreasi Reynaldi/wartabromo.com

Gempol (wartabromo) – Siapa tak kenal klepon. Bagi masyarakat Pasuruan, jajanan tradisional ini sudah tidak asing lagi. Warnanya hijau bentuknya bulat seukuran buah kelengkeng, teksturnya kenyal dengan balutan parutan kelapa muda di luar serta gula jawa di dalamnya. Bila digigit, gula jawa yang sudah lumer di bagian dalam akan keluar di mulut. Rasanya manis bercampur gurih dari rasa parutan kelapa.

Di Kabupaten Pasuruan, ada satu kecamatan yang dikenal sebagai sentra penjual jajanan tradisional ini. Di sepanjang jalur pantura dan jalur Surabaya-Malang, di Kecamatan Gempol terdapat puluhan penjual klepon.

Sebagian besar para penjual klepon ini memberi nama lapaknya dengan nama  yang sama, yakni “Klepon Wahyu”. Entah dari mana nama tersebut diambil. Mungkin, Wahyu merupakan nama  orang pertama yang menjual klepon di daerah Gempol. Atau mungkin, Wahyu hanya sekadar brand saja.

Mari sejenak lihkan pikiran pada “Klepon Wahyu”, sebab kini sudah ada inovasi klepon yang lebih unik dan menarik. Reynaldi Angga Pratama Sazali (23), remaja yang beralamat di Jalan  Panderejo 05 A Gempol, Kabupaten Pasuruan ini berhasil memodifikasi klepon original menjadi klepon buah dengan beragam variasi rasa.

Jika selama ini klepon berwarna hijau dengan gula jawa di dalamnya, tidak dengan klepon buah kreasi mahasiswa Universitas Brawijaya ini. Pria yang akrab disapa Pay ini berhasil mengubah pakem klepon yang berwarna hijau dan berisi gula jawa.

Anak pertama dari dua bersaudara ini menciptakan klepon dengan beragam varian rasa. Di antaranya, Coklat, Strawberry, Durian, Melon, Anggur, dan Original.

Dia menuturkan, awalnya bisnis klepon adalah bisnis keluarganya. Ibunya adalah penjual klepon. Namun, klepon yang dibuat ibunya sama seperti klepon yang banyak dijual di Gempol.

“Sebenarnya, klepon sudah menjadi bisnis keluarga. Sejak 1997 ibu saya sudah jualan klepon. Tapi ya klepon yang dijual sama dengan yang dijual di tempat lain,” terangnya.

Pada 2011 ia mencoba-coba untuk ikut menjual klepon ke kampusnya. Alasannya, saat itu dirinya membutuhkan uang untuk mencukupi kebutuhannya. Dia membawa beberapa kotak untuk dijual ke teman-teman kuliahnya.

Ternyata, banyak yang menyukai klepon yang ia bawa ke kampus. Mengetahui hal itu, munculah ide untuk memodifikasi klepon agar lebih menarik dan unik sesuai dengan selera mahasiswa di Malang.

Reynaldi, pengusaha klepon buah/wartabromo.com

Ia pun mencoba untuk membuat klepon dengtan beragam varian rasa buah. Namun, ternyara, untuk mengenalkan kelpon buah tidaklah mudah. Sebab, lanjut Pay, hampir sebagaian orang mengenal klepon berwarna hijau dan ada gula jawa di dalamnya. “Sama seperti membuat pecel tapi rasanya soto. Sebab selama ini kan orang tahunya klepon berwarna hijau dan isinya gula jawa,” terangnya

Perlahan, hasil eksperimennya direspon baik. Teman-temannya banyak yang suka dengan klepon buah kreasinya. Namun, meski demikian hal itu tidak langsung membuatnya. Dirinya harus mengahadapi banyak kendala sebelum akhirnya sukses seperti sekarang.

Pay mengatakan, butuh banyak perjuangan, baik itu tenaga, pikiran, dan waktu untuk bisa menikmati hasil kerja kerasnya. “Awalnya saya sempat mengalami rugi, karena klepon yang aku bawa ke kampus rusak. Waktu itu, aku masih memakai plastik sebagai bungkus. Belum pakai kotak seperti sekarang,” kata Pay.

Akhirnya, klepon yang sudah tak berbentuk itu ia bagi-bagikan ke teman-temannya secara cuma-cuma. Selain itu, dirinya juga sempat diusir petugas Satpol-PP karena berjualan klepon di jalan protokol di Malang.  “Pokoknya awal-awal itu aku masih rugi,” terangnya.

Namun, hal itu tak membuatnya patah semangat. Ia tetap berusaha dan terus mencoba. Setelah mencari refrensi, dia menemukan bungkus atau kemasan yang cocok untuk klepon buahnya. Dia memakai kardus atau kotak kertas sebagai bungkus.

Kotak kemasan klepon itu ia tempeli stiker merknya di bagian atas. Berbeda dengan kemasan yang sekarang ia pakai. “Dulu logo aku tempel pakai stiker, belum sablon seperti sekarang. Karena pesanan semakin banyak, akhirnya aku pesan kardus khusus,” ujarnya.

Selain menjual ke teman kampusnya, dirinya juga mempunyai strategi supaya klepon buahnya dilirik para konsumen. Caranya, bagi pembeli yang membeli kelpon di toko ibunya, ia masukan satu butir klepon buah miliknya. “Jadi dalaam satu kotak kan ada 9 biji klepon. Yang 8 rasa asli, yang 1 aku ganti dengan klepon buah,” terangnya.