Mahasiswa UWK Surabaya Tewas, Disbudpar Tata Ulang Warung di Madakaripura

0
162
Lokasi mahasiswa UWK tewas tertimpa batu/Sundari Adi Wardhana/wartabromo.com

Lumbang (wartabromo) – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kabupaten Probolinggo berencana akan memindah warung – warung yang berjualan di bawah Air Terjun Madakaripura Lumban menyusul peristiwa tewasnya mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma (UWK) di sekitar areal wisata tersebut.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Anung Widiarto kepada wartabrom.com, Sabtu (12/09/2015).

Anung mengatakan, peristiwa yang menimpa Reza Gilang Bastian, mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma (UWK) memang faktor alam. Namun, agar kejadian tersebut tidak terulang kembali, pihaknya akan menata ulang tata letak warung-warung yang ada disana.

“Kami akan menghitung berapa jumlah pasti warung disana. Pekan depan, kami membahasnya bersama dengan Perhutani dan SKPD terkait. Apakah nanti dipindah dan bagaimana konsepnya,” ujar mantan Kadispendukcapil.

Saat ini, puluhan warung yang ada di sepanjang jalan masuk ke air terjun Madakaripura, dibangun dengan bahan seadanya. Ada yang terbuat dari kayu atau bambu dan hanya menggunakan atap dari plastik terpal. Sehingga sangat mengkhawatirkan jika ada batu yang jatuh dari ketinggian.

Pasalnya, akses menuju puncak air terjun sepanjang 1 kilometer tersebut dikelilingi oleh tebing tinggi dengan rata – rata ketinggian berkisar antara 150 hingga 200 meter sehingga sangat berpotensi ada material batu dan potongan kayu yang jatuh.

“Jika batu dan kayu itu yang jatuh dari ketinggian sekitar 200 meter itu menimpa wisatawan tentu berakibat fatal, ” ujarnya

Sementara itu, Kepala Perum Perhutani KPH Probolinggo R Ratmanto, membenarkan adanya rencana tersebut. Namun, pihaknya belum dapat memastikan secara detail konsepnya.

“Mungkin bisa hari selasa,” katanya.

Untuk diketahui, wisata air terjun madakaripura yang berlokasi di Desa Negororejo sepenuhnya dikelola oleh Pemkab Probolinggo. Namun, hutan di pegunungan tersebut merupakan milik Perhutani sebagai pemangku areal hutan sehingga masih diperlukan berkoordinasi dengan Perum Perhutani Probolinggo. (saw/yog)